Itu merupakan prediksi dari 24/7 Wall St. Tahun lalu, mereka juga sudah memprediksi Suzuki roda 4 akan mengalami kebangkrutan di Amerika, dan hal itu rupanya terbukti benar.
Berikut alasan lengkap kenapa 2 merek ini tidak akan bertahan tahun depan di pasar mobil Amerika yang terkenal ganas.
Volvo
|
|
Model Volvo bersaing langsung dengan model mobil mewah dari hampir semua pabrikan besar seperti General Motors dan Toyota.
Volvo juga mengalami persaingan ketat dengan model entry level dari BMW, Mercedes dan Audi. Dengan semua kompetisi itu, tidak ada permintaan pasar untuk Volvo.
Selama 4 bulan pertama di 2013, Volvo hanya sanggup menjual 19.571 unit kendaraan di Amerika, turun 8 persen, padahal saat itu, penjualan mobil Amerika totalnya mencapai 4.974.000.
Apalagi pasar Amerika merupakan penggemar mobil sedan, SUV, dan truk ringan. Jadi dengan line up Volvo yang terlalu kecil, akan sulit untuk berkompetisi.
Masa depan Volvo tidak hanya dipertanyakan di Amerika. Di China, beberapa diler Volvo berbuat curang dengan menaikkan angka penjualan sendiri untuk mendapatkan insentif dari Volvo yang tidak pernah diberikan ke konsumen. Padahal China sekarang adalah rumahnya Geely.
Mitsubishi Motors
|
|
Sayangnya Mitsubishi Motors akan segera meninggalkan pasar Amerika seperti halnya rivalnya, American Suzuki Motor Corp.
Penjualan Mitsubishi di Amerika terus turun drastis. Di 2012, Mitsubishi menjual kurang dari 60.000 unit turun jika dibandingkan dengan 2011 yang mencapai 80.000.
Penurunan ini merupakan penurunan terbesar di semua merek dan tahun ini terus berlanjut. Dalam 4 bulan pertama tahun ini, penjualan turun 6,5 persen menjadi hanya 20.571 kendaraan.
Seperti Volvo, pangsa pasar Mitsubishi juga hanya mencapai 0,3 persen di April. Mitsubishi tidak memiliki line up mobil mewah seperti halnya produsen mobil mewah yang memiliki pasar kecil.
Salah satu kelemahan mobil Mitsubishi kecilnya line up mobil. Persepsi masyarakat pada mobil Mitsubishi di Amerika pun terus menurun.
Di laporan JD Power tentang kehandalan mobil. Mitsubishi berada di urutan tiga terakhir dari 33 merek.
Halaman 2 dari 3












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas