Di Venezuela, Mobil Bekas Lebih Mahal dari Mobil Baru!

Di Venezuela, Mobil Bekas Lebih Mahal dari Mobil Baru!

Meldini Alivia - detikOto
Senin, 04 Nov 2013 13:46 WIB
Di Venezuela, Mobil Bekas Lebih Mahal dari Mobil Baru!
dok BBC
Caracas - Dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berharga sangat murah, bukan berarti masyarakat di negara Venezuela bisa sebebasnya membeli mobil baru. Mobil bekas malah menjadi pilihan yang lebih menarik.

Dikutip dari BBC, mobil bekas atau mobil seken menjadi obsesi bagi Daniel, yang sehari-harinya menjadi sopir taksi di Caracas, ibukota Venezuela.

Setiap harinya, ia selalu mengecek apakah ada model dan harga baru untuk mobil yang diinginkan melalui internet. Saat ini, ia sedang berusaha mengganti mobilnya, yang keadaannya sudah tidak baik. AC sudah rusak dan salah satu pintu kuncinya tidak berfungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spare parts untuk mobilnya saat ini sudah tidak tersedia dan untuk membeli mobil baru, bukanlah pilihannya. Masalahnya, bukanya ia tidak mampu, tetapi membeli mobil yang benar-benar baru sangat tidak mungkin diwujudkan.

"Terakhir kali saya berencana membeli mobil baru yaitu pada 17 tahun yang lalu," ujar Daniel.

"Saat ini tidak mungkin (membeli mobil baru) karena diler mobil, tidak memiliki stok mobil, dan ada banyak sekali orang-orang yang harus masuk daftar tunggu. Mungkin anda harus menunggu 3 sampai 4 tahun untuk mendapat mobil baru," ujarnya.

Karena sangat sulit untuk membeli mobil baru, jadinya di Venezuela membeli mobil baru lebih murah ketimbang mobil bekas.

Salah satu penjelasan singkat dari fenomena ini adalah karena reformasi ekonomi yang diperkenalkan oleh mantan Presiden Hugo Chavez yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan, kemiskinan, dan kekurangan gizi.

Pengaturan harga yang ditujukan mengurangi harga produk, serta pengendalian mata uang telah menciptakan beberapa distorsi ekonomi.

Pengurangan akses ke mata uang dolar telah membatasi kemampuan rakyat Venezuela untuk membeli barang impor, bahkan untuk membeli susu, tepung terigu atau kertas toilet pun sangat susah.

Sektor otomotif memang bekerja sebagaimana mestinya. Impor jatuh dan produksi dalam negeri merosot karena peraturan harga membuat keuntungan menjadi rendah.

Pemerintah telah mencoba memulihkan hal ini dengan meminta perusahaan China dan Iran untuk memproduksi mobil di Venezuela, tetapi permintaan masih belum bisa dipenuhi.

Sementara untuk mobil bekas, ceritanya lain lagi. Mobil-mobil itu mudah untuk didapatkan, tentunya karena harganya, dan banyak orang Venezuela yang melihatnya sebagai investasi.

"Mobil itu seperti perumahan, bisa menjadi cara masyarakat untuk menyimpan uang mereka karena bank tidak naik dengan inflasi," ucap Gabriel, seorang ekonom yang kritis pada pemerintah.

Rakyat Venezuela seperti Daniel tahu bahwa jika mereka menaruh uang di bank, mereka akan kehilangan nilainya tiap hari. Tetapi, mobil berbeda, nilainya bisa naik, dalam inflasi.

Daniel membeli mobil Daewoo Racer keluaran 1995 dengan harga 100.000 bolivar pada Juni. Saat ini, moilnya sudah dihargai 130.000 bolivar.

Bahkan mobil lama yang boros bensin tidak masalah untuk dijual, seperti yang diketahui Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan harga bensin di sini murah.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads