Proton mencatat, bila 8 pemain besar tahun lalu menguasai 93 persen pasar Indonesia, tahun ini mereka menguasai 94 persen. Padahal pemain yang masuk ke Indonesia terhitung bertambah.
"Kita akui target kita sedikit melenceng. Tapi kita akan coba mendekati target itu, kini kita coba untuk sampai angka 2.200 unit. Kalau dilihat dari model yang terjual, Exora masih dominan, 70 persen dari semua mobil yang terjual," papar Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia Mohd Asri Bin Khayan di Jakarta, Rabu (30/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Head of International Sales & Business Development Export Div. Proton Berhad Dr. Badril Hisham menjelaskan kalau penjualan total Proton di Malaysia sekitar 150.000 unit dengan angka ekspor ke luar Malaysia makin tahun makin bertambah.
"DRB-Hicom (pemilik Proton sekarang-red) mementingkan beberapa hal untuk Proton, dari segi pasar, kami ingin pasar ekspor nanti menjadi tumpuan kami walaupun saat ini pasar domestik Malaysia masih jauh lebih banyak," jelasnya.
Dari negara-negara yang menjadi target Proton, Indonesia menurutnya merupakan salah satu pasar terbesar dan paling potensial menurut mereka.
"DRB-Hicom ingin meningkatkan penjualan ekspornya. Dalam hal ini Indonesia merupakan pasar ekspor terpenting Proton selain Thailand dan Australia," tambahnya.
Asri menambahkan kalau dari sisi angka, Indonesia bisa dibilang merupakan negara tujuan ekspor mobil Proton terbesar. Thailand saja sudah kalah dengan Indonesia.
Meski begitu, dia mengakui kalau target mereka di 2013 ini kemungkinan tidak akan tercapai. Sebab bila target mereka berada di angka 2.500 unit, dari Januari sampai September ini mereka baru menjual sekitar 1.100 unit saja.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB