Proton: Perang Diskon Bikin Kami Kesulitan

Proton: Perang Diskon Bikin Kami Kesulitan

- detikOto
Kamis, 31 Okt 2013 11:43 WIB
Proton: Perang Diskon Bikin Kami Kesulitan
Jakarta - Perang diskon sampai puluhan juta yang digencarkan pemain-pemain besar di dunia otomotif akhir tahun ini cukup membuat pemain kecil seperti Proton kesulitan. Hal ini rupanya berimbas pada angka penjualan mereka di Indonesia.

Proton mencatat, bila 8 pemain besar tahun lalu menguasai 93 persen pasar Indonesia, tahun ini mereka menguasai 94 persen. Padahal pemain yang masuk ke Indonesia terhitung bertambah.

"Kita akui target kita sedikit melenceng. Tapi kita akan coba mendekati target itu, kini kita coba untuk sampai angka 2.200 unit. Kalau dilihat dari model yang terjual, Exora masih dominan, 70 persen dari semua mobil yang terjual," papar Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia Mohd Asri Bin Khayan di Jakarta, Rabu (30/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun meski begitu, Proton mengakui Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Proton. Indonesia merupakan salah satu negara tujuan ekspor mobil-mobil merek Malaysia tersebut dan karenanya Proton ingin menjaga popularitasnya disini.

Head of International Sales & Business Development Export Div. Proton Berhad Dr. Badril Hisham menjelaskan kalau penjualan total Proton di Malaysia sekitar 150.000 unit dengan angka ekspor ke luar Malaysia makin tahun makin bertambah.

"DRB-Hicom (pemilik Proton sekarang-red) mementingkan beberapa hal untuk Proton, dari segi pasar, kami ingin pasar ekspor nanti menjadi tumpuan kami walaupun saat ini pasar domestik Malaysia masih jauh lebih banyak," jelasnya.

Dari negara-negara yang menjadi target Proton, Indonesia menurutnya merupakan salah satu pasar terbesar dan paling potensial menurut mereka.

"DRB-Hicom ingin meningkatkan penjualan ekspornya. Dalam hal ini Indonesia merupakan pasar ekspor terpenting Proton selain Thailand dan Australia," tambahnya.

Asri menambahkan kalau dari sisi angka, Indonesia bisa dibilang merupakan negara tujuan ekspor mobil Proton terbesar. Thailand saja sudah kalah dengan Indonesia.

Meski begitu, dia mengakui kalau target mereka di 2013 ini kemungkinan tidak akan tercapai. Sebab bila target mereka berada di angka 2.500 unit, dari Januari sampai September ini mereka baru menjual sekitar 1.100 unit saja.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads