Mobil-mobil Ini Tak Lagi Direkomendasikan

Mobil-mobil Ini Tak Lagi Direkomendasikan

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 29 Okt 2013 15:32 WIB
Mobil-mobil Ini Tak Lagi Direkomendasikan
Washington - Mobil yang digunakan oleh para menteri dan orang-orang kaya di Indonesia, Toyota Camry, sudah tidak lagi direkomendasi. Model mobil terlaris di Amerika itu tidak mendapat status rekomendasi karena mendapat nilai buruk dalam tes tabrak.

Paling tidak, itu terjadi di Amerika Serikat ketika majalah Consumer Reports tidak memasukkan Camry dalam daftar mobil "recommended" versi mereka.

Selain Camry yang merupakan salah satu sedan terlaris Toyota di dunia, dua mobil Toyota lain yakni RAV4 dan Prius V juga tidak lagi direkomendasikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang cukup mengagetkan tersebut terjadi karena ketiga mobil tersebut mendapat skor buruk, 'poor', saat dites tabrak di Insurance Institute for Highway Safety (IIHS). Skor tersebut yang juga menjauhkan Audi A4 dari daftar.

Keputusan untuk membatalkan rekomendasi untuk Camry sendiri adalah kejutan karena sedan ini telah lama menjadi favorit pembaca majalah tersebut.

Skor 'poor' pada tes IIHS berarti mobil tersebut memiliki kemungkinan kuat untuk tidak melindungi pengendara dan penumpang saat kecelakaan dan membuat penghuni kabin kemungkinan cedera parah atau bahkan mengancam jiwa.

Meski begitu, Toyota pantas puas karena meski ketiga mobil mereka tadi terdepak, Lexus terpilih sebagai merek mobil yang paling dapat diandalkan. Baca artikel sebelumnya di sini.

Tes tabrak sendiri memang menjadi hal umum di Eropa dan Amerika untuk mengetes keamanan sebuah kendaraan dan menjadi patokan para calon pembeli untuk memilih mobil yang aman bagi mereka dan keluarganya.

Ada sejumlah tes tabrak seperti tes tabrak frontal yang menabrakkan bagian depan mobil, tes tabrak bagian belakang hingga tes rollover atau terguling. Fokus utama dipilih berdasarkan statistik bagian yang mengalami kecelakaan di dunia nyata.

"Kami memiliki 50 unit mobil yang dites dan kami sudah melakukan tes dan kami menarik rekomendasi dari setiap mobil yang mendapat rating buruk," ujar Direktur Pengetesan Kendaraan Consumer Reports Jake Fisher seperti dilansir Reuters, Selasa (29/10/2013).

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads