Jadi, mulai tahun depan Indonesia tidak lagi tergantung dengan pasokan dari Thailand. Selama ini Indonesia menerima suplai hatchback Yaris dari Negeri Gajah Putih itu.
"Tahun depan pasti. Sebenarnya dari tahun tahun sebelumnya Yaris dipindahkan ke sini (Indonesia), gitu. Tapi kan faktanya masih di Thailand," kata Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan di kantor pusat TAM, Sunter, Jakarta, Sabtu (27/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota Thailand seperti yang dijelaskan Johnny tidak bisa memilih sekaligus 2 model. Karena itu Toyota Yaris 1.500 cc tidak diproduksi di sana.
"Giliran Thailand berubah eco car, itu pusing. Dia (Toyota) tidak bisa running 2, mau eco car atau Yaris. Makanya dikorbankan Yaris 1.500 cc," tandas Johnny.
Sementara itu, Johnny belum bisa memastikan apakah Indonesia menjadi basis produksi Yaris untuk pasar otomotif ASEAN. Namun melihat rencana TAM bukan tidak mungkin Indonesia jadi basis untuk memasok kebutuhan pasar otomotif ASEAN.
"Yang baik adalah ekspor meningkat. Karena impor akan mempengaruhi lajunya perekonomian. Impor tekan abis yang tidak perlu ketatin," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB