Lexus Indonesia Principal Johnny Darmawan menuturkan kalau sebenarnya pecinta mobil hybrid di Indonesia begitu banyak, tapi setelah mendengar harganya yang mahal, konsumen itu banyak yang mengundurkan diri.
"Sebenarnya kalau ditanya, apakah Anda suka hybrid, jawabannya dari 100 dijawab suka. Tapi kalau sudah dikasih harga mundur semua mereka. Tapi memang pasarnya ada," lugas Johnny di Lexus Gallery, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk yang ES saja kita targetkan bisa terjual sebanyak 10 unit perbulan," timpalnya.
Sementara itu, menurut Johnny untuk ketersedian barangnya itu sendiri, konsumen yang membeli Lexus ES hanya menunggu 1 sampai 2 bulan kedepan. Tapi itu semua tergantung dari permintaan.
"Ada 2 hal yang bisa membuat inden lama, salah satunya alokasi dan tergantung dari ordernya, kalau ordernya banyak bisa 2 sampai 3 bulan. Kalau ditanya hari ini, per hari ini inden, karena baru 2 dihadirkan di Indonesia," pungkasnya.
(ady/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak