Peristiwa itu terjadi di Juli lalu saat curah air hujan di kota Toronto, Kanada sedang tidak bersahabat. Toronto diguyur hujan dengan intensitas yang cukup besar sehingga menyebabkan beberapa titik mengalami banjir.
Banyak tempat dan jalanan yang tergenang banjir. Sampai akhirnya banyak juga kendaraan yang terjebak banjir salah satunya mobil super eksotis Ferrari California yang terendam banjir di Underpass Simcoe, Toronto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan diketahui kalau mobil itu milik pengacara bernama Howard A. Levitt. Levitt ini meninggalkan mobil mewah Italianya di bawah underpass kereta api dimana dia perlu mencari sesuatu terlebih dahulu.
Dia sebetulnya hendak pergi dari Toronto ke Ottawa untuk menghadiri sebuah sidang. Karena terburu-buru, dia memarkir mobilnya disana. Terlebih dia melihat banyak mobil lain yang juga parkir. Tapi dia tidak sadar kalau sebuah Ferrari memiliki tubuh yang rendah bila dibanding mobil biasa.
Empat jam mobil itu diparkir ketika banjir datang. Dia sempat panik, namun ketika air bertambah tinggi, ahirnya Levitt memilih pasrah.
Levitt akhirnya menggunakan taksi ke bandara dan mengambil penerbangan terakhir ke Ottawa. Setelah kepolisian berjanji untuk membawakan mobilnya ke bengkel sesaat setelah mobil derek datang.
Untungnya, di Ottawa Levitt memenangkan kasusnya. Bila tidak tentu dia akan kena sial dua kali dalam satu hari. "Ini adalah akhir yang baik, kecuali untuk mobil saya," kata pengacara itu.
Melihat pengorbanan Levitt, Ferrari pun terharu ketika mendengar cerita itu. Perusahaan Italia ini begitu tersentuh oleh ketidak-egoisan dan pengabdian Levitt kepada kliennya.
Sebagai wujud kepedulian, Ferrari pun menawarkan mobil baru berwarna Metallic Blue. Mobil model tahun 2014 ini akan dikirim ke Levitt pada bulan November.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB