Setelah menginvasi Afghanistan dengan pasukan militernya, Amerika Serikat kini tengah membidik negeri tersebut untk para produsen mobilnya. Merek-merek Amerika kini serius menggarap pasar mobil Afghanistan.
Merek-merek asal negeri Paman Sam ingin menjual mobil mereka di seluruh dunia dan selalu mencari pasar baru. Afganistan yang kini tengah berbenah pun masuk bidikan mereka.
Awalnya, setelah lebih dari satu dekade perang, pekerja bantuan dan diplomat dari Amerika ingin berbuat sesuatu untuk membangun dan memoderenisasi negara itu. Dan mobil baru tentu bagian dari tujuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang Anda lihat di sini hari ini adalah lebih dari sebuah pameran mobil," kata Asisten Duta Besar Tina Kaidanow di Wall Street Journal, Selasa (3/9/2013).
"Ini adalah contoh dari seberapa jauh Afghanistan telah berkembang dalam hal ekonomi, dan menyoroti janji masa depan yang lebih cerah dan lebih sejahtera bagi Afghanistan jika negara ini bisa terus di jalan reformasi ekonomi dan pembangunan komersial," lanjutnya.
Untuk menyukseskan acara tersebut Departemen Perdagangan AS ikut turun tangan dibantu RMA Group yang merupakan distributor lokal Ford, dan I Group yang mendistribusikan kendaraa Chevrolet.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya