Berdasarkan di situs resmi Kemenperin, Hyundai Veloster diajukan atas nama PT Hyundai Indonesia Motor pada tanggal 23 Agustus 2013, dan masih dalam tahap proses.
Hyundai mendaftarkan model Veloster kapasitas mesin 1.600 cc transmisi otomatis. Artinya kehadiran mobil 3 pintu itu di Indonesia kian dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Vice Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), Mukiat Sutikno mengatakan jika HMI tengah mempelajari kemungkinan besar mobil tersebut meramaikan pasar mobil di Indonesia.
Beberapa waktu lalu, masuknya Hyundai Veloster ke Indonesia terkendala karena tidak adanya versi setir kanan.
Kini Veloster sudah memiliki setir kanan dan pertama kali diperkenalkan untuk pasar ASEAN di ajang Bangkok Motor Show yang digelar di Muang Thong Thani Challenger Hall, Bangkok, Thailand pada akhir Maret 2013.
Besar kemungkinan, mobil ini bakal mejeng di (Indonesia International Motor Show) IIMS 2013 bulan depan. Belum ada kabar apakah ajang IIMS tahun ini menjadi saksi peluncuran Veloster di Indonesia.
Sejarah singkat
Mobil ini dikembangkan oleh Hyundai Research and Development Center (R&D) di Namyang, Korea Selatan.
Korsel menjadi negara pertama kelahiran mobil tersebut, setelah itu diperkenalkan di Amerika Serikat. Veloster ditampak sebagai sedan sport menengah untuk anak muda yang enerjik.
Mobil Hyundai Volester 3 pintu dibekali mesin Gamma GDI berkapasitas 1.600 cc 4 silinder Gasoline Direct Injection (GDI) yang menghasilkan tenaga 140 ps pada 6.300 rpm dengan torsi 17 kg.m pada 4.250 rpm. Mesin dikawinkan dengan transmisi dual-clutch (DCT) dan manual dengan 6 percepatan.
Dalam uji internal Hyundai mobil itu bisa menjangkau jarak sejauh 15,3 kilometer dengan 1 liter bensin. Sementara untuk versi manualnya bisa mencapai 1:16,3 Km.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas