Pasar Mobil Indonesia Kuasai ASEAN 6 Tahun Lagi

Pasar Mobil Indonesia Kuasai ASEAN 6 Tahun Lagi

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rabu, 21 Agu 2013 10:55 WIB
Pasar Mobil Indonesia Kuasai ASEAN 6 Tahun Lagi
Jakarta - Saat ini, pasar mobil ASEAN yang terbesar berada di tangan Thailand. Diprediksi sekitar 6 tahun lagi Indonesia akan mengambil alih.

Demikian analisa terbaru dari Frost & Sullivan dalam laporan bertajuk Strategic Analysis of ASEAN Automotive Outlook.

Research Director, Automotive & Transportation Practice, Asia Pacific, Frost & Sullivan Vijay Rao memprediksi Indonesia akan menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN pada tahun 2019, dengan total kendaraan diperkirakan mencapai 2,3 juta. Saat ini total penjualan mobil di Indonesia berada di angka 1 juta unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan pasar otomotif didorong oleh pertumbuhan perekonomian yang stabil dan kelas menengah dengan pendapatan yang lebih besar, peningkatan investasi dalam sektor otomotif, serta pemberlakuan regulasi otomotif yang mendukung pertumbuhan pasar.

Ia menambahkan bahwa permintaan otomotif di Thailand juga diprediksi akan mengalami peningkatan yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan, perluasan kapasitas oleh para produsen otomotif, serta peluncuran beberapa model kendaraan terbaru.

"Pasar Malaysia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan, didukung oleh semakin banyaknya model kendaraan asing yang ditawarkan dengan harga kompetitif dan juga oleh penurunan harga yang terjadi sebagai dampak dari liberalisasi pasar," ujarnya dalam siaran pers.

Ia menambahkan bahwa jumlah produksi kendaraan di ASEAN diperkirakan akan tumbuh sebesar 8 persen CAGR pada 2012 - 2019 mencapai 7,05 juta unit pada tahun 2019.

"Thailand diproyeksi akan mempertahankan dominasinya sebagai pusat produksi terbesar di ASEAN berkat perluasan kapasitas yang diperkirakan akan dilakukan secara besar-besaran, peningkatan ekspor dan permintaan domestik, dan juga ketersediaan tenaga kerja terampil yang didukung oleh industri komponen otomotif yang berkembang dengan baik," ujarnya.

Rao mengatakan bahwa produksi kendaraan di Indonesia sebagian besar melayani penjualan domestik yang didorong oleh peningkatan permintaan otomotif dan masuknya investasi asing untuk perluasan produksi.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketika OEM-OEM Eropa dan China mendirikan pabrik di Malaysia, mereka juga melirik negara tersebut untuk dijadikan pusat perakitan dan manufaktur.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads