Namun, isu efisiensi bahan bakar membuat industri ini beralih ke mesin kecil. Dan produsen mobil pun saat ini tengah berlomba menyajikan mesin kecil terbaik mereka.
Produsen-produsen dari berbagai benua di seluruh dunia fokusnya kini telah beralih untuk menciptakan mobil bermesin kecil. Mesin 1 liter dengan tiga silinder dianggap sudah cukup tanpa perlu kapasitas besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tidak lain adalah wujud dari berubahnya pasar dimana dahulu tenaga lebih diutamakan. Tapi sekarang, tenaga atau kapasitas tidak terlalu diperhitungkan dibanding dengan efisiensi bahan bakar tadi.
"Ada pergeseran budaya," kata analis LMC Automotive, Mike Omotoso seperti detikOto kutip dari USA Today.
"Produsen mobil telah melupakan bualan tentang V8 yang besar ke efisiensi bahan bakar," tambahnya.
Menurut prediksi, mesin satu liter ke bawah akan meningkat penjualannya hingga 44 persen di 2017. Di tahun itu penjualan mobil bermesin kecil diperkirakan akan mencapai 28,9 juta di seluruh dunia.
Hal sebaliknya terjadi di mesin 4 liter ke atas dimana penjualan hanya akan tumbuh 2 persen ke angka 4,2 juta unit saja.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi