Insinyur di Ford kini sudah mulai mengembangkan sistem robot pertama untuk mengetes mobil mereka dan Ford Transit adalah mobil pertama yang ketahanannya dites oleh sistem tersebut sebelum diluncurkan di 2014 mendatang.
"Beberapa tes yang kami lakukan pada truk komersial kami untuk Amerika Utara sangat berat, yang membuat kami terbatasi waktu bila dilakukan oleh manusia," kata manajer operasi pengembangan kendaraan Ford Dave Payne.
"Tantangannya adalah menyelesaikan pengujian untuk memenuhi tenggat waktu pembangunan kendaraan sambil menjaga pengetes (manusia) kami merasa nyaman," tambahnya.
Dengan digantikan perannya oleh robot, Ford kini jadi makin efisien. Sebab, banyak hal bisa dilakukan para tester Ford disaat mobil sedang dites oleh robot tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi robotik yang diaplikasi Ford mampu mengontrol kemudi kendaraan, melakukan akselerasi hingga pengereman layaknya manusia.
Sistem ini akan mengikuti semua perintah yang sudah terprogram tapi tetap diawasi karena posisi kendaraan terus dipantau melalui kamera di ruang kontrol dan GPS yang terpasang di mobil ini memiliki keakuratan plus-minus hingga 1 inci.
Jadi ketika mobil bergeser 1 inchi saja dari jalur yang sudah diprogram, ruang kontrol akan tahu dan bisa menghentikan kendaraan.
Sistem robotik ini sangat berguna ketika Ford mengetes kendaraannya di lingkungan ekstrem. Pengetesan pada jalan rusak, jalan berbatu, jalan berlumpur hingga gundukan besar tidak perlu lagi menyiksa para tester manusia.
(syu/ddn)













































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi