Chrysler Didesak untuk Menarik Mobil Jeep Cherokee

Chrysler Didesak untuk Menarik Mobil Jeep Cherokee

Syubhan Akib - detikOto
Jumat, 24 Mei 2013 15:57 WIB
Chrysler Didesak untuk Menarik Mobil Jeep Cherokee
Cherokee model baru
Jakarta - Produsen mobil Jeep didesak untuk menarik (recall) sekitar 5 juta kendaraan mereka karena dinilai tidak aman. Alasannya, banyak kematian yang terjadi di beberapa tipe merek ini.

The Center for Auto Safety, sebuah lembaga nonprofit yang fokus pada advokasi konsumen meminta Chrysler Group yang memiliki merek Jeep serta induknya, Fiat untuk melakukan recall terhadap 6 juta kendaraan karena bagian belakang mobil Jeep sangat berbahaya bila tertabrak. Api sangat mungkin terpercik.

Dalam suratnya pada Chairman Fiat John Elkann, The Center for Auto Safety memaparkan kalau ada 3 kematian anak sejak tahun 2006 karena timbulnya api dan kebakaran saat mobil tertabrak dari belakang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desakan ini ternyata bukanlah yang pertama kali dilakukan, karena The Center for Auto Safety ternyata sudah meminta recall pada Jeep Grand Cherokee model tahun 1993-2004 sejak tahun 2009 silam.

Mereka mengatakan kalau kendaraan itu memiliki dua masalah. Pertama tangki bensin berada agak ke belakang dan agak di bawah bumper. Perangkat itu itu sejak 2005 sudah di desain ulang oleh Jeep, namun karena populasi model lama masih banyak, ancaman tentu masih ada. Masalah lain adalah pipa bahan bakar yang rawan bocor.

Meski begitu, Chrysler telah berulang kali membantah kalau Grand Cherokee bisa menimbulkan risiko kebakaran dan mengklaim kalau mobil-mobil mereka telah memenuhi standar keamanan federal.

Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) juga pernah melakukan penyelidikan terkait Jeep Grand Cherokee ini yang kemudian diperluas dengan penyelidikan Jeep Cherokee model tahun 1993-2001 serta Jeep Liberty model tahun 2002-2007.

The Center for Auto Safety mengatakan ada 157 kematian terkait kebakaran di Grand Cherokee, sementara NHTSA hanya mendeteksi 15 kematian. Demikian dilansir New York Times.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads