Menurut Presiden Direktur PT Fin Komodo Ibnu Susulo pemerintah sudah melupakan yang namanya mobil nasional. Pemerintah justru lebih condong mengutamakan program mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC).
"Sebenarnya kita lebih dulu sebelum LCGC, tapi ketika ada program LCGC kita jadi dinomorsekiankan. Dukungan pemerintah terhadap mobil nasional ini sangat kurang sekali," keluh Ibnu saat ditemui detikOto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun apa daya jika pemerintah mendukungnya sepenuh hati. Alhasil seperti sekarang ini yang nasibnya terkatung-katung.
"Harusnya jangan LCGC tapi Indonesia harus punya mobil nasional sendiri yang didesain, diproduksi, semua komponennya dikerjakan oleh orang Indonesia," lugasnya.
"Dan juga masalah owner-nya juga harus orang Indonesia asli. Jangan brand-nya misalnya dari Jepang terus owner-nya orang Indonesia, ya bukan seperti itu, semuanya harus nasional dan asli orang Indonesia," tandasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik