Presdir GM Indonesia Marcos A Purty yang kebetulan tengah berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Rabu (22/5/2013) memberikan jawabannya.
"Jok yang tidak bisa digeser itu merupakan masukan dari masyarakat. Sebelum (Chevy Spin) diluncurkan kami banyak mendengar masukan dari masyarakat. Mereka meminta jangan biarkan ada reclining seat karena akan membuat jok ketiga akan terasa sempit," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua menurut Marcos adalah alasan keamanan. Di belahan dunia lain, mobil baris kedua biasanya tidak ada fitur reclining seatnya.
Sementara itu mengenai inden yang lama, yang bisa mencapai 4 bulan lebih, Marcos menuturkan hal itu memang merupakan suatu masalah. "Tetapi masalah yang bagus, itu artinya konsumen membeli mobil Anda," ujarnya.
Untuk mengatasi inden yang lama itu, GM akan mengoptimalkan secara penuh pabrik di Bekasi yang memproduksi Spin. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 40.000 unit per tahun.
Di bulan April lalu, Chevy sudah menyerahkan sekitar 377 unit Spin ke dilernya. "Dan baru beberapa pekan lalu mulai dikirim ke konsumennya," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?