Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengatakan, kalau mereka akan mengambil tindakan untuk Pastikan mobil sistem mobil 'self-driving' yang terhubung ke banyak jaringan tidak dapat di hack.
Untuk itu, Adminisrator NHTSA David Strickland kini tengah meminta pada Senat untuk mengucurkan dana hingga US$ 2 juta untuk didedikasikan terkait penelitian terhadap potensi masalah elektronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi itu, Senator Jay Rockefeller yang merupakan Ketua bertanya apakah 'anak 14 tahun dari Indonesia' suatu hari akan bisa mengendalikan kendaraan. "Saat mobil kita menjadi lebih terhubung - ke Internet, ke jaringan nirkabel, dengan yang lainnya dan infrastruktur kita - mereka beresiko terkena bencana serangan cyber?," tanya sang senator.
"Jika itu terjadi, kita harus mengatasinya," jawab Strickland.
David Strickland memaparkan kalau NHTSA bekerja dengan pendekatan untuk mengelola ancaman dan mengatasinya sebelum terjadi serta untuk memastikan kalau pengemudi tidak dapat kehilangan kontrol dan sistem secara keseluruhan tidak dapat rusak dengan mengirim data yang salah.
Masa depan mobil yang dilengkapi dengan sistem autopilot memang sudah di depan mata. Departemen Perhubungan AS pun juga sudah mendanai delapan pembuat mobil utama, termasuk General Motors Co, Ford Motor Co, Toyota Motor Corp., Honda Motor Co, Volkswagen AG, Daimler AG, Hyundai Motor Co dan Nissan Motor Co untuk mulai meneliti kemungkinan ini.
(syu/lth)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB