Namun Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengaku penjualan mobil tidak akan terpengaruh banyak oleh kenaikan Premium.
"Susah mencegah konsumen beli, atau tidak beli, atau nanti tunggu dulu. Masih banyak orang cari mobil, karena ekonomi kita sedang tumbuh, secara geografis negara kita kepulauan, jadi masih banyak orang yang butuh kendaraan di daerah. Jadi kalau premium naik tidak terlalu berpengaruh banyak, terutama untuk jangka panjang," kata Jonfis di Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HPM sepenuhnya menyerahkan kasus ini pada pemerintah. Sementara itu lanjut Jonfis, harga BBM di Indonesia relatif murah. Sebab di beberapa negara harga BBM seperti Malaysia, Thailand dan Singapura
"Naik apa tidak terserah pemerintah. Soalnya kita juga susah mencegah konsumen untuk tidak membeli mobil. Harga BBM premium di beberapa negara tetangga sudah mahal, seperti Malaysia, Thailand serta Singapura. Bensin naik sementara akan bergejokak setelah itu akan menyesuaikan," tutupnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun