Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang juga merupakan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR pun mengakui ada 'opportunity loss' yang terjadi karena masalah regulasi tersebut.
"Menurut perkiraan kita kan awalnya regulasi ini keluar di pertengahan November, tapi kan kenyataannya hingga April belum keluar," katanya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, kalau kita hitung dari Desember sampai April ini, kita seharusnya bisa produksi 17.000 unit. Itu kalau bicara jumlah, tapi kalau bicara rupiah, kita harus hitung," lugas Sudirman.
Saat ini, Toyota dan Daihatsu sudah bersiap untuk memproduksi dua mobil murah mereka, Agya dan Ayla. Namun, karena regulasi LCGC belum keluar, kedua mobil ini pun tidak jua diproduksi padahal belasan ribu orang sudah antre untuk mendapatkannya.
Kalau satu mobil saja tiap pabrikan mendapat keuntungan Rp 1 juta, dari 17.000 mobil yang tidak jadi di produksi itu maka ada Rp 17 miliar potensi keuntungan yang hilang.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan