"Orang membeli mobil tidak sesuai dengan personality dia (si pengendara)," ujar Product Manager PT Mercedes-Benz Indonesia, Yahya, di pabrik Mercedes-Benz, Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.
"Iya, jadi mereka membeli mobil bukan karena personality atau keinginan mereka, tapi lebih mengarah ke kegunaannya," imbuhnya,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini berbeda dengan luar negeri. Di mana konsumen membeli sebuah mobil karena mereka memang menyukainya.
"Dan mereka tidak perlu menjemput teman-teman mereka. Mereka hanya perlu janjian di suatu tempat saja, dan akan berdatangan sendiri," tambahnya.
Itu kalau dari aspek pilihan mobil masyarakat Indonesia, sementara itu Mercedes-Benz di Indonesia mengandalkan 8 varian untuk memantapkan posisi mereka sebagai produsen mobil mewah paling ngetop di Indonesia.
Mercy pun memberikan kesempatan bagi kalangan media untuk menjajal mobil-mobil seperti Mercedes-Benz B 200 Sport, C 200 Classic, E 250 AVA AMG, E 300 AVA AMG, R 300 RSE, SLK 55 AMG, SL 350 AMG dan S 350 L.
"Pertumbuhan pasar premium di Indonesia mengindikasikan tren pertumbuhan perekonomian kelas menengah ke atas semakin baik," kata President & CEO Mercedes-Benz Indonesia Claus Weidner.
"Sebagai mobil premium yang sudah terbukti kualitasnya dari segi ketangguhan, perlindungan, keamanan, ramah lingkungan, efisiensi, serta memiliki desain berkelas. Mercedes-Benz memiliki berbagai pilihan model yang dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan konsumen di Indonesia," tambahnya.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Kenapa Balik Nama Mobil-motor Bekas Masih Harus Keluar Duit?