Guru Besar UI: Indonesia Harus Punya Mobil Listrik Nasional

Guru Besar UI: Indonesia Harus Punya Mobil Listrik Nasional

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 20 Mar 2013 17:21 WIB
Guru Besar UI: Indonesia Harus Punya Mobil Listrik Nasional
Ahmadi
Jakarta - Kendaraan bertenaga listrik merupakan solusi praktis untuk masa depan. Sebab, selain berguna untuk mewujudkan kelestarian lingkungan, kendaraan bertenaga listrik juga bisa digunakan sebagai solusi untuk mewujudkan ketahanan nasional di bidang energi.

Hal itu dijelaskan oleh Guru Besar Universitas Indonesia Danardono Agus Sumarsono dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang teknik otomotif dan desain rancang bangun mekanikal berjudul β€œMenuju Kemandirian Industri Alat Transportasi Darat Nasional Masa Depan Berbasis penguasaan teknologi Rancang Bangun dan Manufaktur”, Selasa (20/3/2012).

Dalam pidato itu, seperti detikOto kutip dari siaran pers, Prof. Danadorno memaparkan kalau kendaraan listrik merupakan solusi masa depan untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dan ketahanan nasional di bidang energi. Salah satu ikon produk kendaraan masa depan menggunakan teknologi sangat maju dalam sistem transportasi modern Indonesia adalah Mobil listrik nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak tahun 2001 sendiri Prof. Danardono beserta tim di Departemen Teknik Mesin FTUI tercatat telah melakukan penelitian kendaraan ramah lingkungan serta hemat energi dan terus mengembangkan ke arah riset kendaraan ringan berbasis teknologi hibrida.

Kendaraan riset listrik hibrida Makara UI adalah ide untuk menjawab permasalahan kendaraan listrik dalam jangka pendek untuk menekan konsumsi bahan bakar. Hingga tahun 2011, rancangan platform prototype Proto VI sudah penuh mengadopsi teknologi kendaraan hibrida jenis serial-paralel.

Selain riset terhadap pengembangan kendaraan listrik, Prof.Danardono juga cukup intensif pada kajian pemodelan untuk mengetahui dan memperbaiki kinerja suatu rem mobil listrik maupun transportasi lainnya seperti Mass Rapid Transportation dan Monorail.

Menurut pemegang paten β€œalat pengatur variasi gerak terputus-putus penghapus kaca kendaraan bermotor” ini, tantangan utama kendaraan listrik terletak pada teknologi baterai yang merupakan sumber pasokan energi utama kendaraan listrik.

Tantangan lain yang harus diantisipasi dan dikawal oleh pemerintah guna terciptanya Mobil Nasional adalah dalam menjawab tekanan dari produsen otomotif asing yang sangat resisten serta berkepentingan karena menguasai pangsa pasar sangat besar di Indonesia.

Maka dalam menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat antara akademisi, industri dan pemerintah sesuai dengan peranannya masing-masing. Ketiganya harus memiliki saling ketergantungan satu dengan lainnya agar dapat mendukung kemandirian industri alat transportasi darat nasional.

Bersama Prof. Danadorno, hari ini UI juga mengukuhkan Isti Surjandari Prawiradinata sebagai Guru Besar Tetap bidang rekayasa kualitas dengan pidato berjudul β€œPeran Rekayasa Kualitas dalam Meningkatkan Daya Saing Industri di Era Globalisasi”.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads