PT Honda Prospect Motor menilai peluang mereka di segmen itu sangat besar. Jika melihat total pasar low MPV sebesar 400.000 unit per tahun, dengan penguasanya seperti mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan disusul Suzuki Ertiga.
"Low MPV 400.000, Honda saat ini nol persen. Nah, kita bisa ambil 10 persen saja, sudah lumayan," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy di sela-sela test drive Honda CR-Z di Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan brand Honda, mobil kita akan bisa bersaing," yakinnya.
Dia menambahkan MPV baru tersebut didesain khusus untuk pasar mobil Indonesia. Pihak HPM juga melakukan study di seluruh daerah di Indonesia demi menyelaraskan selera masyarakat Indonesia.
"Ini pertama didesain khusus untuk Indonesia. Kali ini akan lebih berbeda, selera dan kebutuhan khas Indonesia sangat banyak diakomodir. Kabin, utilitas, sampai dimensi, semua diperhitungkan berdasarkan selera masyarakat Indonesia," ucapnya.
Nah, untuk soal nama, HPM sendiri sudah menyiapkan nama khusus meski platform-nya masih menggunakan platfom Brio. Langkah tersebut diakui untuk menghindari banyak model dengan menggunakan 1 nama.
"Namanya bukan Brio MPV. Platform ini disebut kelurga dari Brio. Mesinnya sama, tapi belum jelas mesin kapasitas berapa. Kita terus jalan, berkembang terus," ucapnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi