Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan penjualan mobil tahun ini naik tipis hanya 5 persen.
Bahkan jika kondisi ekonomi Indonesia memburuk penjualan mobil tahun mirip seperti tahun 2012, dan hal terburuk turun sampai 10 persen dari tahun 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny sendiri pesimistis penjualan mobil di 2013 bisa turun karena dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditi.
"Saya lebih pesimistis bisa up and down. Banyak sekali masalah hal-hal. Kita sangat dipengaruhi oleh harga komoditas, emas dan lain-lain," ucapnya.
Terlebih Johnny menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini melihat mobil bukan kebutuhan utama. Selama masyarakat bisa memanfaatkan kendaraan bekas atau kendaraan lain hingga transportasi massal, maka mobil baru bisa dikesampingkan.
"Ini sangat fundamental. Tapi yang paling penting bahwa mobil itu bukan bahan primier tapi sekunder. Sifatnya sekunder, ya sudahlah bisa beli tahun depan," ucapnya.
Namun baik naik atau turunnya penjualan mobil tahun ini, Toyota setidaknya bisa mengambil market share sebesar 36 persen dari total penjualan mobil tahun ini.
Pasar mobil Indonesia makin seksi. Di bulan Januari lalu ada 97.232 unit mobil yang terdistribusi di Indonesia.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun