Subaru Bidik Penjualan Tinggi di 5 Negara di Asia

Subaru Bidik Penjualan Tinggi di 5 Negara di Asia

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 06 Des 2012 19:06 WIB
Subaru Bidik Penjualan Tinggi di 5 Negara di Asia
Jakarta - Setelah pasar Eropa mengalami krisis ekonomi berkepanjangan, dan Amerika yang masih terus berusaha menghindari krisis ekonomi. Membuat seluruh pabrikan otomotif di dunia berpikir dua kali untuk melakukan investasi di negara-negara tersebut.

Hal ini pun berlaku untuk pabrikan Jepang Subaru, dalam melakukan investasi jangka panjang. Pasalnya Subaru kini siap melakukan investasi besar di 5 negara Asia, seperti Indonesia, Vietnam, Philipina, Taiwan, dan Malaysia.

"Ada 5 negara Asia yang menjadi perhatian Subaru saat ini, dan kami bertekat untuk lebih berfokus disana saat ini. Yaitu Indonesia, Vietnam, Philipina, Taiwan, dan Malaysia," ucap Presiden Direktur Motor Image, Glenn Tan, di Taipei, Taiwan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investasi jangka panjang yang akan dilakukan Subaru di 5 negara Asia kali ini terbilang tepat. Pasalnya saat ini Asia merupakan pasar yang gemuk untuk industri otomotif.

"Tentu kami sangat berkomitmen, kami berharap dari ke 5 negara Asia ini bisa menjual Subaru hingga 10 ribu unit. Dengan tetap mengandalkan XV sebagai varian backbone subaru," ucap Glenn Tan.

Lalu bagaimana dengan pasar Indonesia?.

Glenn Tan mengatakan wilayah luas dengan didukung penduduk jiwa yang sangat banyak, membuat Indonesia memiliki pasar yang sangat menggiurkan.

"Pasar Indonesia sangat besar, meski saat ini belum memiliki volume yang besar. Tapi melihat penduduk yang besar, pasar Indonesia masih akan terus tumbuh," ucap Glenn Tan.

Tidak berhenti sampai disitu, untuk lebih memperkenalkan segala kelebihan dan teknologit terbaru dari Subaru All New Forester 2.0 XT di IIMS 2013. Subaru Indonesia siap menggelontorkan dana yang tidak sedikit.

"Yang menjadi strategi untuk lebih memperkenalkan All New Forester 2.0 XT di Indonesia, kami akan melakukan berbagai kegiatan didalamnya. Seperti melakukan Advertising, mulai dari media cetak, TV. Selain itu kami juga akan mengadakan berbagai kegiatan dalam menjabarkan teknologi terbaru yang dimiliki oleh All New Forester, dan ini bisa menghabiskan dana hingga US$ 20 juta," tutup Glenn Tan.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads