Para peneliti di Energy Biosciences Institute (EBI) mengatakan kalau mereka kini sudah menemukan alternatif bahan bakar dari sumber terbarukan. Dan gula menjadi pilihannya.
Penelilti mengatakan kalau dengan penelitian lebih dalam, maka hal itu bisa direalisasi untuk dikomersialisasikan dalam waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Campuran solar dari bahan gula itu didapat EBI dari serangkaian poses yang pada akhirnya mampu menyaring bahan kimia yang diperlukan untuk membuat solar.
Penelitian ini sendiri dibiayai oleh perusahaan minyak BP yang menyiram US$ 500 juta ke EBI yang menjadi wadah bagi para peneliti dari UC Berkeley, Lawrence Berkeley National Laboratory, dan University of Illinois.
Detail mengenai penelitian ini akan mereka jelaskan dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Nature.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina