Perayaan 1 Dekade Mercedes-Benz W212 Club, Tak Tergeser Gempuran EV

Perayaan 1 Dekade Mercedes-Benz W212 Club, Tak Tergeser Gempuran EV

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 22 Jun 2026 20:20 WIB
Perayaan 1 Dekade Mercedes-Benz W212 Club Indonesia
Perayaan 1 Dekade Mercedes-Benz W212 Club Indonesia. Foto: Dok. MBW212CI
Jakarta -

Di tengah gempuran tren mobil listrik (EV), pencinta Mercedes-Benz W212 (E-Class generasi keempat) tetap eksis dengan mobil andalannya. Kini, pencinta W212 yang tergabung dalam Mercedes-Benz W212 Club Indonesia (MBW212CI) merayakan perjalanan 10 tahun atau 1 dekade.

Mercedes-Benz W212 Club Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-10 tahun di Avenue of The Star, Lippo Mall Kemang akhir pekan kemarin. Acara bertajuk "1 Decade: Above & Beyond" itu menjadi perayaan penting bagi pencinta Mercedes-Benz W212 untuk memperkuat semangat persaudaraan, kolaborasi, dan kontribusi positif.

Mercedes-Benz W212 Club Indonesia berdiri sejak 2016. Komunitas ini telah berkembang menjadi salah satu komunitas Mercedes-Benz yang aktif dan solid di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perayaan 1 Dekade Mercedes-Benz W212 Club IndonesiaPerayaan 1 Dekade Mercedes-Benz W212 Club Indonesia Foto: Dok. MBW212CI

Saat ini, MBW212CI menaungi hampir 200 anggota di wilayah Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Komunitas ini lebih mengedepankan ikatan emosional dan penyaringan karakter yang matang bagi para calon anggotanya.

"Kita membangun klub ini supaya ada feel-nya, sehingga kita tidak agresif untuk merekrut anggota, tapi kita agresif merekrut anggota keluarga," ujar Afiansyah Harahap, Presiden MBW212CI.

ADVERTISEMENT

Proses rekrutmen pun terbilang unik. Memiliki unit berkode bodi W212 (baik varian sedan, estate/wagon, maupun coupe) cuma syarat awal. Karakter personal menjadi penentu utama. Dari sini, calon anggota perlu mengikuti agenda kumpul kecil terlebih dahulu sebelum resmi bergabung. Kalau nyaman, baru berlanjut.

Dewan Pembina MBW212CI yang juga pembalap nasional, Tomi Hadi, menegaskan fokus utama klub untuk sepuluh tahun ke depan tetap berada pada aspek kualitas hubungan antar-anggota.

"Jadi lebih ke kualitas lah. Kualitas kita bergabung di sini. Sesama lebih ke kekeluargaan, ada charity-nya, ada touring-nya, ada family gathering-nya," kata Tomi Hadi.

Ke depan, MBW212CI telah menyusun rencana besar yang memacu adrenalin. Selain kegiatan rutin bulanan seperti "ketemu terang" dan "ketemu gelap", klub ini tengah bersiap melakukan perjalanan masif untuk menjajal aspal sirkuit internasional di Nusa Tenggara Barat.

"Kita mau mencoba race track di Mandalika ya. Insyaallah akhir tahun ini. Persiapan jarak jauh itu bukan persiapan satu minggu dua minggu, persiapan mobil dan semuanya itu makan waktu bulananlah untuk mempersiapkan supaya safe semua," ungkap Afiansyah.

Selain agenda track day di Mandalika, MBW212CI juga dipastikan akan berpartisipasi aktif dalam perhelatan akbar Jambore Nasional (Jamnas) yang akan digelar MB Club Ina. Jamnas ini menjadi momentum penting lantaran akan menyatukan seluruh 118 klub Mercedes-Benz dari berbagai varian dan era di bawah payung MB Club Ina.

Eksis di Tengah Gempuran EV

Akhir-akhir ini, tren otomotif bergeser ke kendaraan listrik. Namun, Sebagai klub yang mewadahi mobil bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), MBW212CI tidak merasa terancam dengan masifnya kehadiran kendaraan listrik di pasar modern. Bagi para anggotanya, Mercedes-Benz W212 bukan sekadar alat transportasi harian, melainkan sebuah mobil hobi yang memiliki nilai historis dan ikatan emosional yang personal.

"Mobil listrik itu adalah kebutuhan kita untuk mengejar teknologi. Itu jadi satu keperluan, tapi 212, mobil kita bilang mobil bensinlah kasarnya itu, itu lebih kepada pribadinya, self-ownership-nya, ada historisnya. Namanya juga hobi kan ya. Orang kalau lagi sekarang lagi trennya padel, kalau emang hobi dia tenis enggak akan pindah juga," kata Afiansyah Harahap.

Faktor fungsionalitas dalam agenda khas klub otomotif, seperti touring jarak jauh membelah pulau, juga menjadi alasan mengapa mesin bensin Mercedes-Benz tetap menjadi pilihan utama yang rasional.

"Kalau kita touring jarak jauh, pasti yang lebih masuk akal kita pakai mobil bensin, bukan mobil listrik. Karena kalau kita touring kan jauh-jauh, Sulawesi, Sumatra, Kalimantan. Wilayah-wilayah itu kan untuk mobil listrik kurang mendukung ya, dibanding kita mobil bensin lebih mendukung untuk jarak-jarak yang jauh. Saya pikir nggak akan menurunlah keinginan kita untuk memiliki mobil bensin atau Mercedes-Benz," ujar Rochady Hendra Setya Wibawa, Presiden Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club Ina).



(rgr/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads