Puluhan mobil hybrid terbakar saat badai Sandy menyerang Pantai Timur Amerika Serikat. Padahal mobil tidak ada satu pun mobil konvensional mengalami hal tersebut. Misteri pun timbul. Seaman apakah mobil hybrid menghadapi bencana?
Perbincangan mengenai keamanan sebuah mobil ramah lingkungan seperti hybrid dan listrik kembali mengemuka di Amerika setelah belasan mobil hybrid terbakar ketika mobil sport hybrid Fisker Karma mengalami kebakaran.
Ada 16 mobil Fisker Karma yang terbakar dan itu semua adalah mobil baru yang ditempatkan di Port Newark dan siap dikirim ke garasi pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu Prius keluar dan terbakar, yang lain hanya memanas dan benar-benar panas," kata Cindy Knight, juru bicara Toyota, dalam sebuah wawancara dengan New York Times.
Menurut Knight, api kemungkinan timbul ketika air asin masuk ke sistem listrik.
"Kami tidak bisa memastikan apa yang terjadi di pelabuhan. Tapi kami pikir (mobil) sedang tenggelam di kedalaman 13 kaki di air asin dan itu ada hubungannya dengan itu," timpal juru bicara Fisker Russell Datz.
Air asin menurut Datz kemungkinan memiliki peran sebagai penyebar panas dari listrik yang bocor. Sebab, knduktivitas air asin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan air tawar. Terlebih baterai listrik yang ada di mobil-mobil hybrid sekarang berukuran cukup besar untuk membuat kebakaran.
"Ini pasti keadaan yang luar biasa. Setelah mendapat garam di sana, sudah akan ada kerusakan. Korosi dari garam dapat merusak kabel, misalnya, dan harness yang memegang kabel, yang mengangkat risiko kebakaran," kata Knight.
Meski begitu, otoritas pelabuhan New York dan New Jersey menolak menanggapi pertanyaan terkait kebakaran mobil-mobil hybrid tersebut.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya