Tapi, belum lengkap rasanya jika kita tidak mengetahui perjalanan panjang yang harus ditempuh Esemka hingga berhasil mendapatkan sertifikat laik jalan tersebut.
Esemka dirakit oleh para siswa
|
|
Dari situ para siswa SMK mulai belajar merakit mobil secara utuh dengan komponen yang diambil dari berbagai merek mobil. Mulanya hanya diikutoi oleh 5 SMK, yakni SMK 2 Surakarta, SMK 5 Solo, SMK Warga Solo, SMK Singosari Malang dan Muhamadiah Borobudur.
Esemka menggunakan komponen lokal
|
|
Memasuki akhir 2009 23 SMK tersebut berhasil membuat 200 unit mesin dan pada 2010 mulai belajar membuat sasis yang bekerjasama dengan UMS (Universitas Muhamadiah Surakarta) Akademik Teknik Warga, sehingga berhasil memproduksi 1.000 unit mesin.
Tidak berhenti sampai disitu, ditahun 2011 dari 23 SMK bertambah lagi menjadi 33 SMK di seluruh indonesia. Dan akhirnya karya SMK memberanikan diri untuk melakukan uji emisi.
"Kita mulai berani mengajukan uji emisi ke Jakarta, walaupun hasilnya kita tidak tahu, karena tidak jelas," cetus Toto kepada detikOto, Senin (22/10/2012).
Menjadi kendaraan operasional Walikota
|
|
Dan Di saat itulah, Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) beserta Wakil Walikota Solo menyatakan untuk menggunakan mobil Esamka sebagai kendaraan opreasional Walikota dan Wakil Walikota Solo.
"Kemudian kita siapkan mobil tersebut, dan membentuk bodi Esemka terutama untuk mobil yang dipesan oleh Jokowi," ucap Koordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono.
Sempat tidak lolos uji laik jalan
|
|
Kemudian pada 25 Februari 2012, Walikota berkenan untuk membawa mobil Esemka ke Jakarta untuk melakukan uji emisi. Dan hasilnya Esemka pun tidak lolos, yang membuat Esemka terus berusaha dan berjuang memperbaiki kekurangan yang ada pada Esemka.
Esemka lolos uji laik jalan
|
|
Esemka Rajawali menjalani uji di Balai Pusat Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Perhubungan Darat Kemenhub pada 24 September 2012, dengan Nomor Surat AJ.402/46/17/BPLJSKB/2012 tertanggal 8 Oktober 2012.
Sedangkan untuk uji emisi di Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi (BMTP) di bawah BPPT tanggal 19 September dan turun di surat uji lulus emisinya bernomor 268/JTK/BTMP/09/2012 tertanggal 19 September 2012.
Esemka siap produksi masal
|
|
Rencananya, pabrik tersebut bakal didirikan di belakang gedung STP di Solo, Nantinya pabrik tersebut akan digunakan untuk memproduksi Sport Utility Vehicle (SUV) dan model pikap Esemka.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih