Kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) Esemka Rajawali dan pikap Esemka hasil karya anak SMK dan dirakit PT Solo Techno Park (STP), Solo dituduh sebagai mobil China.
Disebut sebagai mobil China, Anggota Komisi I DPR, Roy Suryo mencoba menepis. Pria berkumis itu mengatakan kendaraan Esemka adalah hasil murni buatan anak-anak SMKN se-Indonesia, meski ada beberapa komponen yang didatangkan dari China.
"Ada tuduhan mobil China, ini harus di-clear-kan, bahwa Esemka adalah karya adek-adek Esemka," tegas Roy kepada detikOto. Roy sendiri aktif mengikuti perkembangan Esemka di Indonesia. Jadi ia merasa tahu benar bagaimana Esemka tersebut dibuat hingga berhasil lulus uji emisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi menurut Roy tidak pantas hasil siswa tersebut diejek dan disudutkan dan disebut sebagai kendaraan asal China yang hanya dirakit di Indonesia.
"Pertama-tama masih gado-gado, itulah disebut sebagiai Esemka generasi pertama yang ada di Malang, Solo dan Tangerang. Yang versi pertama itu memag pergi hingga ke China, karena China ada warehouse dan kita bisa nyari ukuran mesin, shock breaker. Dan kemudian dari produk China itu didevelop lagi di Indonesia," ucapnya.
Roy melanjutkan, untuk mengembangkan Esemka generasi pertama para siswa tersebut dibantu Kiat Motor di Ceper, Klaten. Namun setelah itu para siswa mengembangkan versi selanjutnya, dimana Esemka generasi kedua sudah banyak mengandung bahan baku lokal.
"Kemudian spek itu (generasi pertama) mereka mencoba kembangkan, dan menggunakan bahan baku lokal seperti blok mesin dari ceper, suspensi, dan ada lain-lainnya," imbuh Roy. "Dan pada akhirnya Esemka dapat surat layak jalan," lanjutnya.
Roy sendiri menyadari Esemka saat ini belum sebaik mobil sekelas. Namun konsistensi Esemka diakui bisa sebaik produsen mobil global jika Esemka terus dikembangkan. "Memang tidak 100 persen sempurna. Tapi dalam waktu dekat Esemka akan konsisten, Esemka itu produk bagus, mari kita sebanyak-banyaknya ciptakan produk dalam negeri," tutup Roy.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kenapa SIM Mati Telat Sehari Harus Bikin Baru?
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Sudah Ditolak tapi BGN Bisa Beli Motor Listrik? Purbaya Akui Kebobolan