Pekerja ini berdatangan dengan menggunakan beberapa bus besar dan mobil. Kedatangan mereka diterima oleh perwakilan Kedubes Jepang. Mereka menuding PT Toyota Astra Motor (TAM), melarang pendirian serikat buruh (union busting) dan memberlakukan outsourcing.
"Mereka tidak memperbolehkan membuat serikat pekerja, dan karyawan di-PHK sekarang. Sedangkan PT TAM memberlakukan outsourcing," ucap salah satu demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garry menuturkan meski dirinya pegawai outsourcing dirinya bekerja di produksi inti."Di undang-undang itu tidak boleh seperti itu. Yang kami tuntut saat ini, status kami untuk menjadi karyawan tetap dan membicarakan kesejahteraan kami. Gaji kami itu hanya Rp 1.480 juta dan saya selama 8 tahun hanya Rp 1,566 juta, sedangkan di TMMIN itu minimal Rp 1,7 juta," tutup Garry.
Apa tanggapan Toyota? PT Toyota Astra Motor (TAM) menilai tudingan pihaknya telah memberangus atau melakukan larangan pekerjanya berserikat (union busting) adalah tidak tepat.
"Kami tidak pernah melarang atau menghalangi karyawan TAM untuk berserikat atau membentuk organisasi. Sejak 1970-an, karyawan kami sudah tergabung dalam SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), dan kepada karyawan, kami tidak melarang untuk berserikat, sepanjang dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada," kata General Manager Human Resource (HR) Toyota Indonesia Bob Azam.
Mengenai tuntutan FPSMI agar TAM mengangkat karyawan out sourcing menjadi karyawan tetap, ini juga dinilai tidak tepat. Karena mereka adalah karyawan perusahaan outsourcing, yang telah mengikat perjanjian kerjasama dengan PT TAM untuk melakukan pekerjaan pemasangan aksesoris, yang sebelumnya dilakukan dilakukan di diler.
Sejak beberapa waktu lalu, TAM sudah mengakhiri kontrak kerja dengan vendor tersebut, karena pekerjaan yang selama ini mereka tangani sudah dialihkan kembali ke diler TAM.
Dalam pengakhiran kontrak kerja dengan kedua perusahaan outsourcing tersebut, mereka telah sepakat untuk akan tetap memenuhi hak-hak karyawannya setelah diakhirinya pengerjaan pekerjaan yang selama ini mereka tangani di PT TAM.
(lth/ddn)










































