Bahkan ketiga perusahaan mobil besar itu siap menyokong mesin dan transmisi.
Hal demikian diungkapkan Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono ketika dihubungi detikOto Selasa (2/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Toto ketiga perusahaan tersebut langsung dari Eropa untuk membantu terciptanya kendaraan Esemka. Esemka seperti seperti yang dijelaskan Toto sangat terbantu dengan rencana ketiga perusahaan tersebut.
PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) sendiri mengatakan lebih membutuhkan mesin dan kontruksi mesin. Untuk tahap sementara impor dari Jerman, dan dalam beberapa tahun ke depan produksi di Indonesia.
"Dari Eropa langsung. mereka dialog dengan kita. Baru sebatas ngomong saja. Komponen apa saja? belum ketahuan soalnya baru kita indentifikasi dan komponen apa saja. Tapi kita utuh metalurgi dan kontruksi bagian mesin," ucapnya.
"PT SMK ke depannya tidak hanya akan mengimpor mesin dari Eropa, setelah itu diproduk di Indonesia," ujarnya.
Bantuan juga datang dari pabrikan mobil Korea hingga China. "Setelah itu ada lagi dari Korea untuk support teknologi. Justru yang paling besar dari China. China mau buat pabrik di Indonesia. Mereka akan membantu membuatkan seluruhnya (mobil SUV, pikap)," ucap Toto.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas