Dua mobil murah Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat adalah mobil yang akan mengikuti program Low Cost and Green Car yang saat ini tengah difinalisasi pemerintah.
"Bukan hanya Toyota dan Daihatsu, saya undang semuanya untuk ikut. Semua merek," katanya di sela-sela perkenalan Agya dan Ayla di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada program ini kita usulkan adanya pembebasan pajak, atau paling tidak pengurangan agar harga jualnya nanti bisa ditekan," katanya.
"Dan bukan hanya insentif pajak saja, tapi juga pembebasan PPnBM (Pajak Pertambahan nilai Barang Mewah). Kita usulkan 0 persen," lugasnya.
Tapi untuk mendapat keistimewaan itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi tiap pabrikan mobil yang ikut serta.
Selain harus memproduksi mobil tersebut di dalam negeri, mobil itu juga harus efisien meminum bahan bakar.
"Kalau LCGC itu minimal 20 kilo (km/liter), kalau hybrid 28-30 kilo (km/liter)," ujarnya.
Regulasi itu menurut Hidayat akan diberi payung Low Emission Vehicle. Selain mobil murah dan ramah lingkungan, regulasi itu juga mengatur keringanan untuk mobil hybrid, listrik dan mobil untuk petani.
"Itu jadinya pakai Keppres. Kita tunggu Keppres-nya keluar," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB