Sebuah Ferrari 458 Italia seakan menjadi barang langka di negeri pasta itu. Apalagi sejak krisis Eropa mendera.
Dilansir San Francisco Chronicle, Rabu (15/8/2012) Italia kini tengah memasuki resesi ekonomi keempat sejak 2001. Hal itu membuat permintaan mobil sport dan simbol-simbol gaya hidup mewah menurun drastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Italia merupakan salah satu pusatnya mobil-mobil super, dan sekarang mobil-mobil itu menghilang dari jalanan," ujar Pembantu Dekan Politeknik Milan Giuliano Noci.
"Mobil super memiliki simbol yang sangat tinggi, dan ini menunjukkan begitu dalamnya krisis keuangan," tambahnya.
Eksodus Ferrari itu tercermin dari rendahnya permintaan mobil super Ferrari dan Maserati. Penjualan mobil super di sana menurut IHS Automotive turun tajam 47 persen menjadi 593 unit saja di tahun ini, dibanding 1.116 unit di 2008.
Salah satu kebijakan pemerintah yang membuat mobil-mobil sport menghilang dari jalanan Italia adalah pajak yang dinaikkan. Polisi pun terakhir dilaporkan melakukan razia besar-besaran pada mobil-mobil di komplek mewah yang diduga tidak membayar pajak dengan benar.
"Banyak pemilik Ferrari ingin membuang mobilnya setelah aparat datang dan memeriksa setiap pengendara," ujar Ketua Komunitas Passione Rossa Fabio Barone.
Hasilnya, mobil super harganya turun drastis. Contohnya Ferrari 458 dijual seharga 143.000 padahal mobil itu aslinya dibeli seharga 224.000 euro tahun lalu.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?