Mobil Sedan Kena Diskriminasi

Mobil Sedan Kena Diskriminasi

- detikOto
Jumat, 10 Agu 2012 14:23 WIB
Mobil Sedan Kena Diskriminasi
KIA Cerato
Jakarta - Dari seluruh model mobil yang paling laris di Indonesia, model mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) adalah mobil terlaris hingga saat ini. Sementara itu, sedan terus mengalami penurunan. Sedan tidak mendapat banyak tempat di hati masyarakat Indonesia karena telah terjadi diskriminasi sejak lama.

Direktur Marketing PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono mengatakan kalau diskriminasi terhadap model mobil sedan sudah puluhan tahun terjadi di Indonesia. Itu yang membuat pasar model mobil ini tidaklah bisa berkembang.

"Indonesia bukan negara sedan, kenapa demikian? Karena sedan mengalami diskriminasi di Indonesia. Sebagai contoh Rio 5 doors pajaknya beda dengan 4 doors dan 3 doors. Padahal platformnya sama, hanya beda model," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini semua dilakukan by design. Kalau tidak salah sejak 1974-1975. Pemerintah beranggapan rakyat jangan pakai sedan, pakai MPV saja. Jadi mobil 3 boks (istilah untuk sedan) pajaknya lebih tinggi," jelasnya lagi.

"Kendaraan dari merek yang sama dengan platform yang sama antara 5 doors atau hatchback dan 4 doors atau sedan beda, lebih tinggi pajak 4 doors. Karena itu dari 1 juta unit mobil yang diperkirakan terjual tahun ini, sedan angkanya kecil," imbuhnya.

Karena itulah, KIA menurut Hartanto lebih memilih memasukkan sedan anyar mereka, Cerato sebagai kendaraan taksi.

Karena segmen taksi masih menarik dan bebas pajak barang mewah (PPnBM) karena dianggap kendaraan umum. Pasar taksi diprediksi juga akan meningkat dari 9 ribu unit di tahun lalu menjadi 11 ribu di tahun ini.

"Jadi harga bisa kompetitif. Cerato untuk taksi ini kita jual Rp 140 juta karena tanpa PPnBM, sementara kalau kita jual umum masyarakat kena PPnBM, harganya bisa tembus Rp 200 jutaan," tuntasnya seraya mengatakan Cerato yang dimasukkan ke Indonesia sebagai mobil taksi diimpor langsung dari Korea.

"Karena itu kita siap pakai Cerato ini sebagai taksi kita," timpal Direktur Umum TransCab, sebuah operator taksi berkekuatan 800 armada, Teddy Effendy.

Penjualan Mobil Bisa Tembus 1 Juta Unit

Di sisi lain, KIA menurut Hartanto juga yakin kalau pasar mobil Indonesia bakal bisa tembus 1 juta unit hingga akhir tahun nanti. Dia mengatakan kalau segala hal negatif seperti kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan tidaklah bisa menahan laju pertumbuhan penjualan mobil.

"Untuk kenaikan DP, leasing dan bank sepertinya sudah bisa antisipasi. Jadi pencapaian 1 juta unit sangat mungkin terjadi. Kalau ini tercapai, akan bagus. Apalagi ini lebih cepat dari prediksi sebelumnya yang banyak dikatakan orang kalau 1 juta unit baru bisa tercapai di tahun 2013 atau 2014. Tapi ternyata bisa di 2012," paparnya.

Menurut data Gabungan Industri Automotif Indonesia (Gaikindo) sendiri sampai di bulan Juni 2012 penjualan mobil telah mampu mencatat angka penjualan mencapai 535.263 unit. Sementara itu, Juli 2012 mendapatkan angka penjualan 103 ribu unit yang membuat total penjualan dari Januari sampai Juli 2012 menembus angka lebih dari 600 ribu.

"Perkembangannya bagus," imbuh Hartanto.

Dengan perkembangan tersebut, angka 1 juta unit diprediksi akan tembus untuk meningkatkan pasar Indonesia dari penjualan tahun lalu yang hanya mencapai angka 894.164 unit.

Sementara itu, KIA sendiri menurut Hartanto mampu mencatat penjualan sebanyak 7.060 unit pada semester pertama 2012 ini. Ini adalah angka yang cukup baik untuk KIA karena perkembangannya tergolong tinggi yakni 195 persen bila dibanding semester pertama tahun lalu yang membuat mereka naik dari posisi 10 ke posisi 9 daftar produsen mobil terlaris di Indonesia.

Dari angka tersebut, sumbangan terbesar diberikan oleh All New Picanto yang menyumbangkan angka penjualan 4.043 unit, atau memegang kontribusi sebesar 57 persen. Posisi kedua ditempati Rio dengan penjualan 1.708 unit, dengan kontribusi 24 persen. Disusul varian crossover KIA Sportage dengan angka penjualan 866 unit.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads