Di luar negeri, Aveo diganti namanya menjadi Sonic. Di AS GM mengganti nama hatchback itu menjadi Sonic karena mengganggap nama Aveo tidak menjual. Terus kenapa GM Indonesia mempertahankan nama Aveo?
"Aveo itu kan sudah hadir di Indonesia, dan ini generasi yang selanjutnya. Jadi kita mencoba konsiten, karena nama ini sudah dikenal di masyarakat," tutur Direktur Marketing GM Indonesia, Yuniadi Haksono Hartono di peluncuran All New Chevrolet Aveo, di Jakarta.
Chevrolet Indonesia juga menilai bahwa lebih mudah memperkenalkan nama yang sudah ada, bila dibandingkan dengan memperkenalkan nama yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuniardi juga berharap dengan lahirnya All New Aveo di tanah air, bisa membantu untuk mewujudkan target untuk memiliki total penjualan 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.
"Ini suatu komitmen GM bagaimana memanfaatkan peluang besar di Indonesia di pasar yang gemuk. Oleh sebab itu kami hanya menargetkan penjualan hingga 2 kali lipat dari tahun sebelumnya," tambah Yuniardi.
Di pasar segmen hatchback di atas 1.300 cc, Aveo memang seakan-akan tenggelam oleh keperkasaan Honda Jazz, dan Yaris. Wajar saja jika GM berharap model baru bisa membuat Aveo bicara lebih banyak.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil