Wah, Hyundai Absen Bikin Mobil Murah

Wah, Hyundai Absen Bikin Mobil Murah

- detikOto
Selasa, 17 Jul 2012 08:02 WIB
Wah, Hyundai Absen Bikin Mobil Murah
Hyundai Eon
Bandung - Pabrikan Korea seperti Hyundai memiliki mobil-mobil yang berharga relatif lebih terjangkau dibanding produsen Jepang. Namun untuk program mobil murah yang irit lingkungan (Low Cost and Green Car), Hyundai mengaku tidak tertarik.

"LCGC kita tidak ikut, karena belum ada produk yang cocok untuk mengikutinya," kata Vice Marketing Director Bebin Djuana, di Bandung, Senin (16/7/2012).

Apa alasan Hyundai tidak mau ikut LCGC? Bebin menuturkan Hyundai merupakan produk global jadi untuk bisa melahirkan produk baru itu harus sesuai dengan prinsipal dan produk yang telah mendunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya seperti ini, Hyundai itu proritasnya setir kiri, bahkan ada beberapa model tidak ada setir kanan. Karena kiri itu telah lebih mendunia, itu yang pertama. Kedua, Hyundai itu sudah mendunia, jadi desain yang dipakai itu sudah diterima oleh pasar dunia, bukan langsung mendesain ulang begitu saja," katanya.

"Jadi karena kita bermain di skala besar, otomatis sementara ini kita belum ada rencana untuk LCGC," ujarnya.

Hyundai sendiri sebenarnya memiliki line up mobil murah yang selama ini dipasarkan di India yakni Eon yang dijual seharga Rp 48,6 juta. Namun Hyundai buru-buru mengonfirmasi kalau mobil ini bukan mobil untuk Indonesia.

Sebelumnya LCGC yang digagas pemerintah ramai diburu oleh pabrikan
Jepang.

Pada program ini, tiap produsen mobil yang ingin ikut harus memproduksi mobil ramah lingkungan dan memiliki kapasitas mesin antara 1.000 cc - 1.200 cc dengan efisiensi antara 20-22 km/liter bila ingin mendapatkan insentif.

Pada program ini merek yang mau berpartisipasi harus bisa memproduksi mobil murah itu minimal kandungan komponen lokal sebesar 40 persen yang harus ditingkatkan menjadi 80 persen dalam 5 tahun. Jumlah produksi mobil murah itu minimal 100.000 per tahun dengan nilai investasi minimal Rp 1 triliun.

LCGC sendiri dipercaya akan menarik banyak investasi ke Indonesia serta membuka lapangan kerja di Indonesia. Sebab beberapa pabrikan besar dunia seperti Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi dan Nissan dikatakan sudah berkomitmen untuk investasi terkait program ini.

Total investasi perusahaan-perusahaan Jepang itu pun tergolong besar yakni diperkirakan mencapai angka US$ 1,8 miliar dan akan menyerap tenaga mencapai 15.000 orang. Sedangkan investasi tambahan/ikutan di tingkat industri komponen diperkirakan sebesar US$ 1,9 miliar degan tambahan tenaga kerja baru antara 15.000-17.000 orang.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads