Insiden Mogok, Pabrikan Besar Juga Mengalaminya

Updated

Insiden Mogok, Pabrikan Besar Juga Mengalaminya

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 16 Jul 2012 21:04 WIB
Insiden Mogok, Pabrikan Besar Juga Mengalaminya
Infiniti Emerg-E
Jakarta -

Insiden mobil listrik Ahmadi yang mengalami sedikit masalah ketika dites oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan sebenarnya bisa terjadi juga pada pabrikan yang besar sekalipun.

Apalagi dengan persiapan singkat dalam beberapa bulan, tapi sudah harus diluncurkan di Agustus mendatang.

Ini memang agak memberatkan. Apalagi pabrikan mobil biasanya sebelum sebuah mobil diproduksi massal haruslah lulus berbagai pengetesan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari pengetesan di udara ektrim panas seperti di gurun, pengetesan ekstrim dingin seperti di musim dingin hingga pengetesan di pegunungan.

Berbagai pengetesan ini akan memakan waktu lama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun karena harus melalui puluhan ribu kilometer pengetesan sebelum disetujui untuk diproduksi.

Setelah lampu hijau produksi sudah diberikan, mobil itu pun masih harus melakukan berbagai penyesuaian.

Sebagai contoh, sebuah merek besar seperti di Infiniti saja beberapa waktu lalu sempat dibuat grogi.

Mobil konsep mereka yang bertenaga hybrid, Infiniti Emerg-E mogok ketika ingin dites di depan banyak orang di ajang bergengsi Goodwood Festival of Speed yang berlangsung di Inggris beberapa waktu lalu.

Bahkan, saat coba dinyalakan kembali, mobil ini tetap diam tak bergerak.

Alhasil, mobil masa depan itu harus dinaikkan ke mobil pengangkut untuk dibawa keluar jalur lintasan karena dianggap mengganggu mobil lain yang sedang unjuk kebolehan yang akan melintas pula.

Tentu saja hal itu mengundang tanya. Banyak pengunjung yang datang bahkan menyempatkan diri untuk mengabadikan momen memalukan Infiniti tersebut.

Tapi bagaimana pun juga, Dasep Ahmadi dalam membuat mobil listriknya tetap harus diacungi jempol. Sangat jarang warga di negeri ini yang mau gambling menciptakan sesuatu yang baru.

Apalagi Menteri BUMN Dahlan Iskan sangat menghargai upaya Ahmadi.

Dahlan menuturkan mobil listrik ini merupakan cara bangsa Indonesia untuk mengejar ketinggalan dari negara lain yang sudah maju terlebih dulu industri otomotifnya.

"Kalau kita memproduksi mobil berbahan bakar bensin, kita sudah kalah jauh, tetapi kalau mobil listrik, negara-negara lain juga baru melakukannya," ujarnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads