Acungan Jempol Dahlan Iskan untuk Ahmadi

Acungan Jempol Dahlan Iskan untuk Ahmadi

- detikOto
Senin, 16 Jul 2012 10:07 WIB
Acungan Jempol Dahlan Iskan untuk Ahmadi
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akhirnya bisa mengendarai mobil listrik garapan Dasep Ahmadi di Depok, Jawa Barat. Kini Dahlan sedang mengendarai mobil listrik itu dari Depok menuju seminar di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta.

"Saya mau ke BPPT," ungkap Dahlan kepada wartawan, di Depok, Senin (16/7/12).

Sebelum menginjak gas, Dahlan sempat memeriksa keadaan mesin dan interior dari mobil listrik. Dahlan terkagum-kagum dengan sistem otomatis dari kaca spion mobil ini. Menurut Dahlan, mobil ini bisa mencapai kecepatan maksimal sampai 120 Km/jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wah, ini spionnya otomatis lho," tutur Dahlan.

Dahlan ditemani oleh Dasep sang pembuat mobil. Dahlan mengaku nyaman mengendarai mobil listrik tersebut dan memberikan acungan jempol untuk mobil listrik made in Depok itu.

Dahlan menuturkan biaya konsumsi listrik untuk mobil listrik hanya Rp 50.000-60.000 per bulan atau jauh lebih murah daripada memakai BBM.

"Kalau pakai mobil seperti ini dengan bensin, 1 bulan anda bisa habis Rp 300-400 ribu untuk beli BBM. Kalau pake mobil ini, pakai Rp 50-60 ribu per bulan. Untuk beli listriknya," kata Dahlan saat test drive mobil listrik garapan Dasep Ahmadi di Depok, Senin (16/7/2012).

Menurutnya dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang semakin mahal sudah seharusnya ada upaya mengurangi konsumsi BBM. Salah satunya soal penggunaan mobil listrik, diharapkan bisa menekan subsidi BBM.

"BBM ini lama lama akan habis dan akan mahal. Masa kita mau subsidi BBM sampai ratusan triliun. Kita hidup dengan polusi yang begitu berat. Yang masih muda masa anda mau menghirup polusi yang begitu berat, dengan itu semua beralih ke kendaraan listrik," katanya.

Dahlan juga menggarisbawahi, prototipe mobil listrik ini harus terus dikembangkan untuk mencapai mutu terbaik. Ia berharap harga mobil listrik bisa terjangkau atau tidak akan lebih mahal dari mobil konvensional.

"Saya belum konsentrasi mengenai harga. Karean saya fokus 1 mengenai mutu, 2 mutu, 3 mutu, 4 mutu, 5 mutu. Mutu dulu Nanti agustus mudah mudahan mutu ini sudah tidak menyita perhatian lagi. Baru kita bicarakan harga, tapi tidak akan lebih mahal dari mobil biasa," katanya.

(hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads