Hal pertama yang menjadi pemikiran Audi adalah kondisi bahan bakar minyak Indonesia.
Karenanya pemegang merek Audi di Indonesia PT Garuda Mataram Motor mengubah sistem pembuangan Audi Q3 untuk pasar Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbedaannya pada bensin, karena di Indonesia masih menggunakan Euro 2. Kita mengejar ke peraturan tersebut. BBM Indonesia di worldwide agak terbelakang kerana di dunia sudah Euro 4-5," kata CEO PT Garuda Mataram Motor, Andrew Nasuri.
Andrew menambahkan perbedaan lainnya terletak pada komponen AC, radiator hingga keempat suspensi.
Menurutnya ketiga komponen tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia dan dipastikan sangat optimal ketika digunakan.
Untuk AC ditunning agar pengguna tidak merasa gerah. Berbeda di Eropa yang lebih sejuk ketimbang cuaca di Indonesia. Faktor ini lah menjadi PR bagi Audi.
"AC, radiator hingga suspensi sudah kita benahi untuk pasar Indonesia. Audi punya spesifikasi khusus untuk Indonesia," paparnya.
"Untuk Indonesia itu ada yang kami order khusus untuk iklim, panas, dan tropis. Semuanya Audi Q3 yang masuk Indonesia sudah sangat memenuhi persyaratan," tambahnya.
Terlepas dari komponen-komponen yang dimaksud, PT GMM tetap mempertahankan kualitas Audi Q3. SUV kompak tersebut tidak diubah demi kenyamanan pengemudi dan penumpang.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini