Alex menuturkan kalau pemerintah memang tidak bisa memaksa produsen mobil mengurangi produksi mereka. Tapi dirinya berjanji akan mendorong produsen mobil untuk menyebarkan hasil produksi mereka ke luar Jakarta.
"Kita tidak bisa membatasi produksi mobil karena banyak kaitan di belakang itu. Tapi pejabat terkait bisa didorong agar sebagian produksi disebar ke daerah dan diekspor," katanya saat berkunjung ke kantor detikcom, Selasa (19/6/2012).
Jakarta menurut Alex tidak bisa seperti Singapura yang membatasi kendaraan. Sebab, Singapura adalah importir murni, sementara Indonesia adalah negara produsen mobil yang karenanya memiliki banyak aspek yang harus dipikirkan.
Tapi dirinya mengatakan hal itu bisa diakali dengan mencontoh kebijakan Jepang yang juga merupakan negara produsen. Di Jepang, menurut Alex, orang akan berpikir 10 kali sebelum membeli mobil karena sewa garasi mahal dan tarif parkir juga tinggi. Belum lagi pajak dan aturan umur kendaraan.
"Kita bisa mencontoh beberapa. Tapi tetap, kita harus memprioritaskan pembangunan transportasi umum yang aman dan nyaman, karena kalau itu sudah tercipta dengan sendirinya masyarakat akan beralih menggunakan transportasi umum," tambahnya.
Untuk itu, dirinya pun siap melakukan serangkaian gerakan seperti memperbanyak koridor TransJakarta, menyelesaikan proyek monorel, percepatan pembangunan MRT, penambahan KRL hingga melakukan peremajaan terhadap angkutan umum Jakarta yang kondisi kendaraannya tidak layak.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer