Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh pemerintah China melalui Departemen Keamanan Publik. Laporan Xinhua yang dikutip Yahoo merinci kalau angka itu berarti 2.670 balita dan anak-anak sekolah yang tewas dan 11.417 anak yang terluka.
Dan naasnya, 45 persen dari kecelakaan yang mematikan itu terjadi bukan ketika korban sedang berkendara, tapi malah ketika korban sedang berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara total, tiap tahunnya di jalanan negeri tirai bambu ada sekitar 70.000 korban tewas dengan 300.000 luka-luka akibat kecelakaan. Ini tentu lebih mengerikan dan lebih besar dari angka korban perang.
Berbagai penyebab timbul mulai dari mengebut, mengemudi saat kelelahan dan mabuk atau bahkan kurangnya keterampilan mengemudi menjadi penyebab utama kecelakaan yang ada.
Kementerian itu pun juga memperingatkan para pengemudi untuk memperlambat kendaraan mereka saat mengemudi di dekat sekolah atau desa sambil mendesak orang tua dan guru untuk mengajar anak-anak, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan, untuk tidak bermain di jalan raya.
Orang tua juga telah diberitahu untuk menggunakan jok khusus bayi di mobil dan tidak membiarkan anak-anak bawah-12 untuk bermain di jalan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini