Namun Fakultas Teknik Universitas Indonesia( FTUI) mempertanyakan kesiapan pemerintah bila hal ini benar-benar terealisasi, terutama pada bagian selang penyalur gas yang akan diterapkan disetiap tubuh mobil gas di Indonesia.
"Yang menjadi masalah itu bukan terdapat pada tangkinya, tapi masalahnya terdapat pada selang yang menjadi salurannya," kata salah satu tim peneliti FTUI, Hengky Zulkifli Tambunan kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil menggunakan gas itu permasalahannya bukan hanya di gasnya saja, apa lagi yang dipakai itu gas CNG yang bertekanan tinggi. Nah bagaimana dengan selang-selang kita, apakah ada kebocoran atau tidak (kualitas selang)," katanya.
"Ada satu lagi permasalahan, kalau CNG itu memiliki tekanan yang tinggi. Tapi kalau menggunakan gas LNG, itu memiliki harga yang tinggi. Bila dbandingkan dengan premium itu bisa lebih mahal. Dan dan bila dibandingkan dengan perekonomian kita, kita tidak sanggup," katanya.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?