Anggota DPR: Desain dan Teknologi Mobnas Sudah Usang

Anggota DPR: Desain dan Teknologi Mobnas Sudah Usang

- detikOto
Senin, 28 Mei 2012 18:00 WIB
Anggota DPR: Desain dan Teknologi Mobnas Sudah Usang
Jakarta - Para produsen mobil lokal didesak untuk lebih memperhatikan desain dan teknologi yang dikandung mobnas. Sebab, bila itu dilakukan maka hanya akan membuat malu saja.

Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat Ferrari Romawi menegaskan kalau mobil-mobil merek lokal haruslah lebih memperhatikan urusan teknologi agar tidak memalukan.

"Dengan bentuknya yang usang, teknologi lama, itu kan memalukan," cetus Ferrari tanpa menyebut mobil nasional yang dimaksud.

Ferrari seperti halnya anggota DPR lain lalu mewanti-wanti agar pemerintah dan masyarakat berhati-hati menyebut sebuah merek mobil sebagai mobil nasional. Karena bisa jadi hanya mereknya saja yang lokal sementara komponennya diimpor dari luar negeri.

"Harus serius, jangan kita buru-buru mengatakan mobil nasional. Toh impor juga dan toh teknologinya usang. Akhirnya kalah dengan mobil bekas," tukasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau, kembangkan teknologinya, desainnya. Kalau kita siap, baru kita maju," imbuh Ferrari.

"Artinya seluruh faktor harus dihitung," pungkas anggota DPR tersebut.

Sementara itu di gedung yang sama Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan kalau pemodal-pemodal yang didekati pemerintah untuk menyukseskan program mobil nasional belum merespon.

"Belum menjawab dan belum dianggap menguntungkan dan kalau mereka mau berproduksi di bawah 1.000, harusnya mereka menghitungnya bisa detail," ujar Hidayat.

Namun meski begitu, pemerintah menurut Hidayat akan terus membantu produsen mobil lokal untu terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Langkah pertama mereka membantu promosi, kemudian regulasi terkait mobil dibawah 800 cc yang akan digunakan untuk petani kemungkinan besar akan diserahkan ke produsen mobil lokal agar produse-produsen lokal dapat menjalankan roda bisnisnya sembari pemerintah memberi insentif dan berbagai kemudahan lain.

"Karena itu saya minta mereka untuk main di mobil cc kecil dulu, jangan langsung ke 1.500, nanti diterkam. Produsen besar juga saya himbau kalau bisa jangan masuk segmen ini," lugasnya.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads