Setelah Listrik, UGM Kembangkan Mobil Hybrid

Setelah Listrik, UGM Kembangkan Mobil Hybrid

Syubhan Akib - detikOto
Sabtu, 26 Mei 2012 09:15 WIB
Setelah Listrik, UGM Kembangkan Mobil Hybrid
Mobil UGM (Ilustrasi-Bagus Kurniawan)
Jakarta - Pengembangan teknologi mobil listrik di Indonesia akan dijalankan oleh berbagai sektor termasuk perguruan tinggi. Tidak terkecuali Universitas Gadjah Mada (UGM) yang siap mengembangkan mobil listrik dan hybrid.

Untuk permulaan, UGM telah berhasil mengembangkan mobil mobil listrik Esemar yang mirip mobil golf atau buggy. Hanya kapasitas tempat duduknya saja lebih luas, bisa untuk enam orang.

Prototype mobil ramah lingkugan ini pun telah pula dicoba Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkeliling halaman Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/5) sore lalu.

Mobil tersebut mempunyai kecepatan maksimum 40 km/jam. Mulai dikembangkan tahun 2011 dan pengembangannya akan terus dilakukan sampai tahun 2014.

Menurut panitia, konsep desain mobil listrik ini menggunakan satu platform basis kendaraan yang mampu memenuhi berbagai macam kebutuhan pengguna. Menggunakan baterai yang perlu dicas sekitar 6 jam, mobil ini bisa menempuh sejauh 60 km. Pembuatannya saat ini menggunakan sekitar 50 persen komponen dalam negeri.

Ke depan, UGM memiliki rencana untuk mengembangkan mobil empat kursi dengan merk Esemar (Hybrid) 2012. Medio 2012 ini mobil tersebut mulai dikembangkan dan direncanakan menggunakan sistem hybrid dengan menggunakan tiga sumber energi, yaitu baterai, tenaga surya (solarcell), dan LPG engine.

UGM juga berencana mengembangkan Green Bus dan Trolley Bus yang akan menggunakan sistem dedicated electric bus. Seluruh sumber energinya berupa listrik yang berasal dari jaringan listrik yang ada di atas bus.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu saja research and development serta inovasi untuk menghadirkan mobil listrik, motor listrik, transportasi itu memerlukan konsentrasi dan pekerjaan yang sungguh-sungguh," kata Presiden SBY seusai mencoba Esemar seperti detikOto kutip dari situs Presiden RI.

Untuk itu, pemereintah menurut SBY akan mendukung dalam hal kebijakan dan regulasi agar kelahiran teknologi-teknologi ramah lingkungan di dalam negeri dapat terlaksana.

"Manakala hasil penelitian dan pengembangan itu harus ikut wilayah industri, wilayah bisnis, dan digunakan masyarakat luas, dan itu tentu membutuhkan investasi. Semua itu yang kita kolaborasikan, sehingga jelas progress dan roadmap-nya nyata," ujar Presiden SBY.

"Diharapkan tidak terlalu lama lagi kita tidak sepenuhnya selalu menggunakan kendaraan yang menggunakan BBM," tuntasnya.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads