SBY Akan Siapkan Regulasi Khusus Mobil Hybrid dan Listrik

SBY Akan Siapkan Regulasi Khusus Mobil Hybrid dan Listrik

Bagus Kurniawan - detikOto
Jumat, 25 Mei 2012 21:42 WIB
SBY Akan Siapkan Regulasi Khusus Mobil Hybrid dan Listrik
Yogyakarta - Tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lepas dari cengkeraman bahan bakar minyak (BBM) sudah bulat dengan beralih ke kendaraan listrik dan hybrid. Pemerintah menurut SBY akan membuat regulasi khusus terkait hal tersebut.

SBY yang hari ini mengumpulkan menteri, rektor universitas, dan pimpinan BUMN di Gedung Agung Yogyakarta untuk mengadakan rapat koordinasi membahas pengembangan mobil elektrik dan juga hybrid di Indonesia menjelaskan kalau langkah pemerintah untuk masuk ke era kendaraan ramah lingkungan sudah di depan mata.

Sudah ada 5 putra bangsa yang menurutnya akan membantu Indonesia masuk ke era ramah lingkungan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu ada regulasi. Ada policy dan kebijakan yang itu menjadi domain pemerintah yang juga akan kita lakukan," ungkapnya di Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/5/2012).

Lebih lanjut SBY menjelaskan kalau teknologi-teknologi yang nantinya akan dikembangkan putra bangsa tersebut haruslah dirahasiakan karena persaingan teknologi yang ketat di era sekarang sangat rawan.

"Manakala hasil penelitian dan pengembangan itu harus ikut wilayah industri, wilayah bisnis dan digunakan masyarakat luas, dan itu tentu membutuhkan investasi," tambahnya.

"Tentu ada sisi investasinya, dunia usaha. Semua itu dikolaborasikan sehingga jelas progress dan roadmapnya nyata dan dengan waktu tidak terlalu lama, negara kita tidak sepenuhnya selalu gunakan kendaraan yang BBM dan sebagian sepenuhnya pakai listrik," harapnya lagi.

Untuk memasuki era kendaraan ramah lingkunga itu, Indonesia bisa memulainya dalam skala yang kecil terlebih dahulu.

"Apa yang kita lihat tadi dan apa yang saudara sudah saksikan itu bentuk sederhana. Bisa digunakan angkutan dalam kampus, bisa digunakan di tempat-tempat olah raga, di instansi-instansi yang tidak terlalu luas, dan itu semuanya menggunakan listrik," jelasnya.

"Dari model sederhana untuk kepentingan khusus itu, ada banyak yang harus kita jaga kerahasiaannya. Sebab banyak juga lembaga lain kembangkan. Tentu banyak yang harus kita jaga kerahasiaannya karena kompetisi ini sangat tinggi. Banyak negara lain yang juga mengembangkan," tegas SBY.

"Kita harus lindungi pengembang atau arah inovator itu secara sah masuk ke dunia bisnis dan industri kita," tuntasnya.

(syu/lh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads