Indonesia Bukan Negaranya Sedan

Indonesia Bukan Negaranya Sedan

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 24 Mei 2012 08:45 WIB
Indonesia Bukan Negaranya Sedan
Jakarta - Tidak seperti MPV, pasar mobil sedan di tanah air semakin menyusut. Meski demikian, Honda optimistis sedan tetap digemari masyarakat Indonesia.

"Saya rasa segmen sedan bukan kurang digemari, seperti kita tahu tahun lalu Honda terkena banjir dan tsunami. Dan market sedan itu sangat tergantung kepada Honda dan salah satu kompetitor kami," ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Jakarta.

Jonfis juga menilai, bila seandainya musibah tidak menghinggapi Honda, maka pasar sedan akan terus bergeliat dan tumbuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau penjualan mengalami penurunan, kita yakin itu karena Honda tidak bisa menyuplai kendaraan. Kalau kita bisa supply, market sedan akan kembali bergairah," yakin Jonfis.

Namun Jonfis juga mengakui bahwa varian sedan tidak akan bisa bersaing dengan MPV yang telah menjadi kendaraan favorit di tanah air.

"Walau pun tidak bisa bersaing dengan MPV, karena kita basisnya bukan negara sedan karena ada proteksi pajak barang mewah yang memiliki pajak lebih tinggi," ujarnya.

Untuk varian City terbaru Honda menargetkan penjualannya bisa mencapai di 2.400 unit di 2012.

"Tahun lalu kita hanya bisa menjual 2.636 unit, menurut kami penjualan Honda New City akan mengalami peningkatan sebesar 20-30 persen kalau supply kita tidak mengalami masalah," katanya.

"Karena market sedan itu tidak pernah mempersalahkan harga, karena konsumen mengetahui kalau pajak sedan itu lebih mahal. Bahkan ada yang mengatakan kalau Anda pecinta otomotif tapi belum merasakan sedan itu bukan pecinta otomotif namanya," tutup Jonfis.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads