Ketika rasa kantuk menyerang, bahaya tentu saja terus menghantui setiap pengendara. Ketika hal itu terjadi, pengendara disarankan untuk istirahat walau sebentar.
Namun, karena suasana mobil yang kadang tidak membuat nyaman, tiap pengendara jadi sulit untuk beristirahat. Hal itulah yang menjadi fokus Mercedes-Benz ketika mengembangkan proyek Active Comfort.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mercedes-Benz yang terinspirasi dari study TopFitTtruck mencoba mencari cara untuk membuat mobil menginduksi pengendaranya untuk tidur ketika pengemudi ingin mencoba 'tidur siang cepat' yang nyenyak paling tidak untuk waktu 20 menit.
Dengan membiarkan pengendara istirahat, kecelakaan tentu bisa dihindari karena akan membuat kewaspadaan pengemudi jadi semakin tinggi.
Lebih dari itu konsumsi bahan bakar mobil pun akan jadi lebih sedikit karena sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pengemudi yang lelah ternyata menggunakan lebih banyak bahan bakar karena mengemudi dengan 'lebih tak menentu.'
Pada konsep Active Comfort panca indera pengemudi akan diberi kenyamanan mulai dari efek visual, akustik, hingga bebauan yang membuat nyaman.
Penerangan dan musik akan digunakan untuk menciptakan lingkungan yang santai sementara bau yang berbeda akan digunakan, seperti mentol yang meningkatkan kewaspadaan pada perjalanan panjang, sebuah Ionizer untuk udara segar dan aroma jeruk yang akan membantu pengendara tidur.
"Kemungkinan membuat tidur siang jadi efektif untuk tujuan baik akan memainkan peran kunci dalam konsep Active Comfort dari Mercedes-Benz," kata perusahaan itu seperti detikOto kutip dari Inautonews, Senin (21/5/2012).
"Beberapa ide dieksplorasi dalam kendaraan ini yang segera akan ditampilkan di seri produksi kendaraan dari Mercedes-Benz," lugas mereka.
Mercy belum bisa merinci lebih dalam soal teknis apakah mesin mobil tetap menyala ketika pengemudi tertidur lelap. Soalnya sebagian besar study menyatakan terlalu lama di dalam mobil dengan kondisi AS menyala sangat membahayakan jiwa.
Nah, tentu ini jadi PR bagi Mercedes-Benz.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas