Mobil Murah Dulu, Baru Hybrid

Mobil Murah Dulu, Baru Hybrid

- detikOto
Rabu, 16 Mei 2012 11:50 WIB
Mobil Murah Dulu, Baru Hybrid
Jakarta - Di sektor otomotif pemerintah tercatat memiliki banyak rencana mulai dari mobil Low Cost and Green Car hingga mobil hybrid. Tapi pemerintah berjanji untuk lebih mengedepankan mobil murah dibanding mobil hybrid.

Sejak tahun lalu sosialisasi program Low Cost and Green Car (LCGC) sudah dilakukan pemerintah pada para produsen mobil di Indonesia.

Pada program ini, tiap produsen mobil yang ingin ikut haruslah memproduksi mobil ramah lingkungan dan memiliki kapasitas mesin antara 1.000 cc - 1.200 cc dengan efisiensi antara 20-22 km/liter bila ingin mendapatkan insentif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada program ini merek yang mau berpartisipasi harus bisa memproduksi mobil murah itu minimal kandungan komponen lokal sebesar 40 persen yang harus ditingkatkan menjadi 80 persen dalam 5 tahun. Jumlah produksi mobil murah itu minimal 100.000 per tahun dengan nilai investasi minimal Rp 1 triliun.

LCGC sendiri dipercaya akan menarik banyak investasi ke Indonesia serta membuka lapangan kerja di Indonesia. Sebab beberapa pabrikan besar dunia seperti Daihatsu, Suzuki, Toyota, Mitsubishi dan Nissan dikatakan sudah berkomitmen untuk investasi terkait program ini.

Total investasi perusahaan-perusahaan Jepang itu pun tergolong besar yakni diperkirakan mencapai angka US$ 1,8 miliar dan akan menyerap tenaga mencapai 15.000 orang. Sedangkan investasi tambahan/ikutan ditingkat industri komponen diperkirakan sebesar US$ 1,9 miliar degan tambahan tenaga kerja baru antara 15.000-17.000 orang.

Namun belum selesai program mobil murah dan ramah lingkungan ini terwujud, pemerintah lalu menghembuskan program baru yakni untuk memperluas pasar mobil hybrid yang ramah lingkungan di Indonesia agar produksi emisi karbon dan konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia bisa dikurangi.

Untuk menyebarkan mobil hybrid ini kemungkinan langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah mengurangi sejumlah pajak mobil hybrid agar harga mobil ini mampu dijangkau oleh masyarakat. Namun, tiap merek yang menjual mobil hybrid di Indonesia haruslah pula memiliki rencana untuk memproduksi mobil tersebut di nusantara.

Dan karena kedua program mobil ramah lingkungan di atas tergolong memiliki segmen yang berbeda, maka pemerintah menurut Hidayat akan mendahulukan realisasi program Low Cost and Green Car terlebih dahulu sebelum mobil hybrid.

"Yang paling banyak, tanpa membebani masyarakat secara berlebihan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Kementerian Perindustrian, Selasa (15/5/2012).

"Mestinya, sebelum kita selesaikan hybrid, low cost sudah diumumkan," tuntasnya.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads