Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy mengatakan masih banyak cara agar tidak terpengaruh dengan kenaikan DP kendaraan. Salah satunya dengan membidik kerja sama dengan perbankan syariah di tanah air.
"Masih banyak cara, pertama akalinya main dengan bank syariah," kata Jonfis di sela acara test drive Honda Freed facelift di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di termin pertama yang biasanya berlangsung 3 tahun, konsumen akan diberikan DP cukup besar sampai 20 persen namun dengan cicilan murah, misalnya Rp 2-2,5 juta. Seperti yang pernah dilakukan Honda sebelumnya.
"Pokoknya masih banyak cara seperti balloon payment, dan jangka kredit panjang. Tinggal pilih saja mana yang cocok. Kita juga sedang kordinasi dengan diler," ungkap Jonfis.
Jonfis menambahkan nantinya dengan diberlakukannya sistem tersebut, tidak ada lg konsumen bisa bawa pulang mobil Honda dengan DP Rp 10 juta. Honda sendiri seperti yang ditegaskan Honda setuju dengan rencana kenaikan uang muka kendaraan.
"Kita setuju sekali untuk menghindari non performing loan (NPL). Jadi nanti tidak ada lagi bayar Rp 10 juta bawa pulang Honda," ujarnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi