Secara fisik sekilas memandang sepeda ini bagai sebuah Ferrari Fxx yang mampu melaju hingga 250 mph atau 402 km/jam. Karena itulah tidak heran bila nama sepeda ini adalah Fahrradi Farfall FFX.
Namun jangan berpikir sepeda ini bisa melaju secepat Ferrari, sebab, meski bertampang bagai Ferrari sepeda ini tetap harus dikayuh secara manual dengan 11 gigi bukan digerakkan oleh mesin V12 berteknologi F1 seperti halnya FXX.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama sepeda-mobil ini berasal dari kata Jerman Fahrrad yang berarti sepeda dan frasa Italia, Farfalla, yang berarti kupu-kupu.
Langeder menggunakan kata kupu-kupu karena ia mengklaim bahwa dengan mengendarai sepeda ini seseorang akan mampu lebih cepat berjalan dibanding sepeda pada umumnya.
Selain itu, bentuk pintu yang bermodel gullwing pun dikatakan bagai mampu membawanya terbang.
Sepeda Fahrradi Farfall FFX ini memiliki berat hanya sekitar 100 kg berkat aplikasi plastik ringan di tubuhnya dan tabung baja di sasis.
Seorang profesor seni bernama Andrea van der Straeten menggambarkan penciptaan Langeder sebagai kendaraan yang mampu bergerak diam-diam dan memiliki keanggunan ringan kupu-kupu.
Saat ini sepeda berbentuk mobil Ferrari itu sedang dipajang di Museum Seni Lentos di Linz, Austria sebagai bagian dari sebuah pameran otomotif.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!