Kementerian PU Menyerah Lihat Kemacetan Jakarta

Kementerian PU Menyerah Lihat Kemacetan Jakarta

Zulfi Suhendra - detikOto
Kamis, 10 Mei 2012 19:06 WIB
Kementerian PU Menyerah Lihat Kemacetan Jakarta
Jakarta - Intensitas dan volume kendaraan di Jakarta semakin melonjak. Hal ini mengakibatkan kemacetan yang selalu menjadi keluhan warga Jakarta.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) Djoko Murjanto menuturkan pihaknya tidak mampu mengendalikan kemacetan secara sendiri. Walaupun upaya seperti pembangunan underpass dan flyover sudah dibangun di jalan-jalan nasional di DKI Jakarta.

"Kemacetan semua sudah angkat tangan Bina marga tidak muingkin nangani sendiri," tutur Djoko kepada wartawan, di kantornya, Jakarta, Kamis (10/5/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya mengatasi kemacetan perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat terkait dengan sistem penataan ruang dan sistem transportasi.

"Sistim penataan ruang, kalau itu efisien, pergerakan nggak terlalu banyak sehingga tidak terlalu banyak menggunakan transportasi, kalau sudah baik baru sistim transportasinya yaitu public transport, itu keduanya bukan bina marga," ujar Djoko.

Djoko mengatakan pula, dibangunnya flyover atau underpass tidak menjamin bisa mengurangi kemacetan, "Kita buat flyover, sehari dua hari, besoknya macet lagi," lanjutnya.

Sedangkan untuk proyek flyover, menurut Djoko pihaknya belum berencana untuk membuat proyek flyover atau underpass.

"Kalau flyover di jalan nasional, kita (Bina Marga) sudah buat. Yang dibutuhkan adalah flyover di jalan-jalan provinsi, ada 24 buah tapi bukan Bina Marga itu, tapi Pemda DKI," pungkasnya.

Jalan Gatot Subroto yang Bopeng Bakal 'Ditambal' Rp 150 Miliar

Kondisi jalan nasional Gatot Subroto (Gatsu) di Jakarta Pusat saat ini penuh tambalan dan bergelombang. Namun sebentar lagi bakal mulus, Kementerian Pekerjaan Umum akan perbaikan dalam waktu dekat.

"Sekarang sudah sign contract lagi koordinasi dengan Korlantas," kata Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto di kantornya, Kamis (10/5/2012)

Menurutnya Koordinasi dengan Korlantas sangat diperlukan karena jalan itu intensitas dan volume kendaraan yang tinggi. Diharapkan proses perbaikan jalan Gatsu tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu.

"Prosesnya itu mengganggu, hari-hari ini lagi ngatur, mudah-mudahan besok atau lusa sudah mulai digaris-garis," lanjut Djoko.

Pengerjaan jalan Gatsu ini akan menghabiskan total dana sisa anggaran lebih (SAL) untuk tahun ini dianggarkan Rp 40-50 Miliar. Diperkirakan rampung pada akhir tahun ini.

"Selesai 4 bulan 5 bulan, sekitar bulan November. Dananya sekitar Rp 40-50 Miliar dan itupun masih kurang dan akan terus kita alokasikan tahun tahun ke depan dan bisa sampai Rp 150 miliar, karena itu cukup krusial," tutupnya.

Jalan-jalan Nasional di wilayah DKI Jakarta yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU antaralain Jl. Akses Cengkareng, Jl. Lingkar Barat, Jl. Pejompongan-Kebayoran Lama, Jl. Arteri Kebayoran Lama, Jl. Metro Pondok Indah, Jl. Pasar Jum’at, Jl. Ciputat Raya, Jl. Kartini, Jl. TB Simatupang, Jl. Mayjen Sutoyo, Jl. Raya Bogor, Jl. Cakung-Cilincing, dan Jl. Akses Marunda.

Selain itu, Jl. Daan Mogot, Jl. S. Parman, Jl. Gatot Subroto, Jl. MT Haryono, Jl. Halim Perdanakusuma, Jl. DI Panjaitan, Jl. Jend. A. Yani, Jl. Perintis kemerdekaan, Jl. Bekasi Raya, Jl. Laks. Yos Sudarso, Jl. Sulawesi, Jl. Raya Pelabuhan, Jl. Jampea, Jl. Cilincing Raya, Jl. Enggano, Jl. Taman Stasiun Priok, Jl. Laks Martadinata, Jl.Lodan, Jl. Krapu, Jl. Pakin, Jl. Gedong Panjang, Jl. Pluit Selatan Raya, Jl. Jembatan Tiga, Jl. Jembatan Dua dan Jl. Latumenten.

(hen/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads